Akibat curah hujan jalan lintas Riau – Sumatra Barat (Sumbar) di KM 91 Desa Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau rusak parah, jalan rusak disebabkan jalan amblas (longsor). Sehingga hanya bisa dilalui satu lajur saja dengan lalulintas buka tutup.
Riau, Infoindependen.com. com – Hingga kini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar masih menerapkan sistem buka tutup untuk mengatur arus lalu lintas di lokasi tersebut.
Kasat Lantas Polres Kampar AKP Vino Lestari menyampaikan, belum ada rekayasa lalu lintas atau pengalihan jalur melalui Tol Pekanbaru-Bangkinang.
“Saat ini kami masih melaksanakan pengaturan di lokasi dengan sistem buka tutup,” ujarnya, Selasa (24/12/24).
AKP Vino mengatakan, pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) telah melakukan pengecekan di lokasi siang ini.
“BPJN sudah turun untuk mengecek kondisi jalan amblas dan akan segera mengambil langkah tindak lanjut untuk perbaikan,” tambah Vino.
Meski terjadi antrean kendaraan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP), situasi masih terpantau terkendali. Satlantas terus memantau perkembangan di lapangan.
“Jika nantinya diperlukan pengalihan arus lalu lintas, kami akan segera melaksanakan langkah tersebut,” pungkasnya.

Reaksi cepat tanggap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau dalam menangani kondisi ruas jalan yang mengalami longsor sehingga tidak menyebabkan terputusnya arus lalu lintas dari Riau – Sumatera Barat.
Jalan lintas Riau-Sumbar di KM 91 Desa Pulau Gadang, Kabupaten Kampar, yang sempat terkendala akibat longsor, kini telah kerjakan penangan perbaikan jalan. Tim dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau telah berhasil mengatasi masalah longsor pada bahu jalan tersebut.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanes Tulak Todingrara, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BPJN Riau, Afdirman Jufri menjelaskan ,bahwa pihaknya telah melakukan upaya cepat untuk mengatasi jalan rusak akibat longsor. Langkah awal yang dilakukan adalah pemasangan bronjong dan terpal untuk mencegah perluasan longsor.
“Hari ini sudah d lakukan perbaikan, alat dan material sudah di lokasi dan sudah mulai action untuk perbaikan. Mudah-mudahan dalam waktu 5 – 7 hari kedepan jalan sudah fungsional 2 arah kembali,” ungkap Afdirman, Selasa (24/12/24).
Meskipun perbaikan telah berjalan dengan baik, namun untuk sementara waktu, lalu lintas di lokasi proyek masih belum bisa dibuka sepenuhnya untuk dua arah. Hal ini dikarenakan masih ada beberapa pekerjaan yang perlu diselesaikan,” imbuhnya.
“Kami bekerja sama dengan Satlantas Polres Kampar untuk mengatur lalu lintas agar tetap lancar,” jelas Afdirman.
Meskipun demikian, sambung PPK 1.4 BPJN Riau, masyarakat tidak perlu khawatir karena arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek masih dapat terkendali. Pihak BPJN terus berupaya untuk menyelesaikan pekerjaan perbaikan secepat mungkin agar masyarakat dapat kembali menikmati jalan yang nyaman dan aman.
Dengan adanya perbaikan ini, diharapkan jalan lintas Riau-Sumbar dapat segera berfungsi dengan baik seperti semula dan mendukung konektivitas penghubung antar daerah,” tutup Afdirman. (hen)






