Menu

Mode Gelap
Dihadiri Menteri dan Tokoh Nasional, Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara Diresmikan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Polres Purwakarta Gelar Pemotongan Hewan Kurban Begini Imbauan Kapolres Purwakarta untuk Masyarakat dan Bobotoh Persib Kasus Gratifikasi Mobil Mewah, Kejari Purwakarta Periksa Petinggi Golkar Kapolres Purwakarta Pimpin Sertijab Dua Kasat dan Tiga Kapolsek PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

NASIONAL

Kapolri Atensi Marak Aksi Preman, Dorong Anggota Lebih Dekat ke Masyarakat Untuk Deteksi Dini

badge-check


					Kapolri Atensi Marak Aksi Preman, Dorong Anggota Lebih Dekat ke Masyarakat Untuk Deteksi Dini Perbesar

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi lebih usai marak aksi premanisme berkedok organisasi masyarakat (Ormas). Kapolri meminta jajaran untuk menindak tegas aksi yang menggangu ketertiban masyarakat.

Jakarta, infoindependen.com – Awalnya, Kapolri menekankan pentingnya anggota di lapangan untuk dekat dengan masyarakat. Komunikasi antara anggota dan masyarakat penting untuk menciptakan iklim keamanan yang kondusif.

Dengan begitu, polisi dapat mencegah secara dini aksi premanisme yang mengganggu masyarakat. Selain itu, premanisme juga mengganggu iklim investasi.

“Kita terus mendorong agar anggota semakin banyak hadir di tengah-tengah masyarakat di tengah isu-isu yang kemudian memerlukan kehadiran Polri, antara lain seperti pemberantasan preman di wilayah-wilayah tertentu,” kata Kapolri usai menghadiri Rakernis Korbrimob dan Baharkam Polri di gedung STIK/PTIK, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Kapolri menjelaskan bahwa wilayah-wilayah yang menjadi atensi aksi premanisme antara lain wilayah industri, pasar, pabrik hingga warung UMKM di jalanan. Sebab, aksi ini meresahkan masyarakat.

“Kita berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder terkait, terkait kenapa fenomena ini terjadi, sehingga kemudian di satu sisi ada solusi, di sisi lain juga kita mengharapkan tidak ada hal-hal yang kemudian dilakukan dan itu berdampak merugikan masyarakat lain,” ujarnya.

Kapolri berkomitmen untuk memberantas premanisme, salah satunya dengan menggelar operasi pekat (Penyakit Masyarakat) yang digelar sejak 1 Mei 2025. Operasi ini digelar sesuai kondisi di lapangan.

“Apalagi terkait dengan masalah pertumbuhan ekonomi, terkait dengan investasi, kami Polri tentunya konsen masalah itu dan kita akan mengawal program-program tersebut dan ini menjadi komitmen kita bersama untuk menjaga dan mengawal pertumbuhan ekonomi dan juga investasi yang ada,” tambah Kapolri. (Red)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL