Menu

Mode Gelap
Pasca Erupsi Sinabung, Gubernur Sumut Cek Pos Pengamatan dan Pengungsi Kejari Purwakarta Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Kejaksaan RI ke-81 Terdampak Abu Vulkanik Sinabung, 320 Warga Kuta Tengah Dievakuasi Sempat Terhenti Beberapa Saat, Berbagai Bentuk Perjudian Kembali Beroperasi di Desa Sukajulu Pertegas Sinergitas Polri dan Media, Kapolres Purwakarta Silaturahmi Ke Sekretariat PWI Setahun Kasus Dugaan Pencurian Tanah Merah PT Varuna Tirta Prakasya Mangkrak

NASIONAL

Dari Vaksin Dunia hingga Kasih untuk Lansia, Kisah Penerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia

badge-check


					Ket foto: Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada para tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Foto: BPMI Setpres/Cahyo. Perbesar

Ket foto: Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada para tokoh di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 25 Agustus 2025. Foto: BPMI Setpres/Cahyo.

Dua insan dengan semangat pengabdian berbeda meraih Tanda Kehormatan Republik Indonesia, yang diserahkan oleh Presiden Prabowo di Istana Negara pada Senin, 25 Agustus 2025. Dari laboratorium ilmiah internasional hingga panti lansia penuh kasih di Kalimantan Barat (Kalbar), keduanya mencerminkan dedikasi yang tulus bagi bangsa.

Jakarta, Infoindependen.com – Carina Citra Dewi Joe dikenal luas di dunia ilmiah sebagai salah satu pemegang paten vaksin COVID-19 Oxford–AstraZeneca. Perannya sangat vital dalam memastikan vaksin ini dapat diproduksi secara massal dengan formula sederhana, sehingga memungkinkan akses cepat dan terjangkau di berbagai negara, termasuk negara berkembang.

Vaksin tersebut menjadi salah satu tonggak penting penyelamatan jutaan jiwa saat pandemi. Atas dedikasi di bidang bioteknologi dan kesehatan global, serta kiprahnya yang mengharumkan nama Indonesia di panggung ilmiah internasional, ia dianugerahi Bintang Jasa Utama.

Dalam dimensi kemanusiaan yang berbeda, Aipda Muhammad Irvan dari Polres Singkawang, Polda Kalbar, membuktikan bahwa pengabdian tidak selalu soal jabatan, tetapi juga kepedulian pada sesama. Sejak sekitar 2018, ia memulai perjuangannya dengan merawat beberapa lansia terlantar di rumahnya.

Berkat dukungan warganet dan sumbangan dari berbagai pihak, kini berdiri hotel lancaria, panti lansia bernuansa hotel dengan 24 kamar yang dilengkapi fasilitas nyaman tanpa biaya bagi penghuninya. Lebih dari 20 lansia kini tinggal dengan tenang, didukung tenaga medis dan layanan ambulans gratis.

Kedua tokoh ini membuktikan bahwa pengabdian dapat lahir dari medan yang berbeda. Namun satu hal yang menyatukan mereka adalah tujuan mulia: menghadirkan manfaat nyata bagi sesama dan mengharumkan nama bangsa.

 

 

Sumber: (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Kirim Kapal Rumah Sakit ke NTT, Kasad: Penanganan Bencana Harus Punya “Napas Panjang”

20 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Jampidsus Akui Kepemilikan Rumah Mewah di Sentul, Emas dan Uang Bukan Miliknya

10 Juli 2026 - 18:19 WIB

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Trending di NASIONAL