Ket Foto: Sesepuh Pekerja Sumatera Utara, H Mukhyir Hasan Hasibuan.(ist)

Alasan Covid-19 Tunda Pembayaran THR, APINDO Diminta Tidak Buat Buruh Semakin Resah

Medan, infoindependen.com
Sesepuh Pekerja Sumatera Utara, H Mukhyir Hasan Hasibuan meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) tidak menambah susah para pejerka/buruh di Indonesia dengan ‘tidak’ membayar Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini. Pembayaran THR merupakan hak para pekerja/buruh dan menjadi kewajiban bagi pengusaha.

Demikian dikatakan H. Mukhyir Hassan Hasibuan Kepada wartawan via telepon, Minggu (12/4/2020). Menurutnya, tidak ada alasan bagi pengusaha untuk tidak membayar atau menunda pembayaran THR pekerja/buruh.

Permintaan ini disampaikannya setelah APINDO Pusat memalui suratnya dengan nomor 125/DPN/3.2.1/5C/IV/20 tertanggal 6 April 2020 yang ditanda tangani Ketua Umum Hariyadi B. Sukamdani dan Sekretaris Umum Eddy Hussy, mengajukan permohonan kepada Menteri Koordinator Perekonomian RI, Ir Airlangga Hartarto. Salah satu permohonan tersebut agar pembayaran THR dapat ditunda hingga kondisi ekonomi pulih atau pembayaran THR dibantu oleh pemerintah.

Hal ini mengingat mayoritas perusahaan sekarang mengalami kesulitan cash flow yang berat untuk melakukan pembayaran THR Idhul Fitri 2020/1441 H. Ini merupakan dampak dari pandemic covid-19 yang sangat memukul dan berpotensi menghambat pertumbuhan dunia usaha dan kesejahteraan para karyawan/pegawai.

Atas adanya surat permohonan DPN APINDO inilah, H.Mukhyir Hasan Hasibuan yang juga salah satu pengurus teras pengurus Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PP F-SP RTMM SPSI), mengingatkan agar APINDO tidak membuat pekerja/buruh di Indonesia semakin resah. Pasalnya, dengan adanya usulan penundaan pembayaran THR itu, sama saja APINDO berupaya menghilangkan kewajiban pembayaran THR pekerja/buruh ditengah kesulitan ekonomi akibat covid-19.

APINDO, lanjut Hasibuan, seharusnya bisa mencarikan jalan keluar agar para pekerja/buruh lebih tenang. Terutama dalam menyikapi situasi sekarang dengan PHK yang menghantui mereka (pekerja/buruh-red).

BACA JUGA :  Awas! Korlantas Akan Tindak Truk Over Dimensi

Jangan justru berbuat sebaliknya, ‘memancing’ situasi tidak kondusif dengan menjadikan covid-19 sebagai alasan untuk menunda pembayaran THR. Akhirnya, rakyat atau pekerja/buruh yang sudah susah ini, semakin dibuat bertambah susah.

Menurutnya,THR merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan setiap tahunnya. Sedangkan bagi pengusaha, pembayaran THR merupakan kewajiban yang telah diatur undang-undang.

THR juga sangat berarti bagi para pekerja/buruh, apalagi ditengah melawan pandemic wabah virus corona ini. Belum lagi dalam menyambut Hari Raya Idhul Fitri mendatang.

Untuk itu, tidak ada alasan bagi pengusaha tidak membayarkan atau menunda pembayaran THR tahun ini. Paling lama 2 minggu sebelum lebaran, THR sudah harus dibayarkan. (irawan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *