Ambruk, TOL Sumbar-Riau Diduga Gunakan Material Tidak Sesuai Spek.

Edaran internal PT. HKI yang digunakan untuk menghalang-halangi tugas dan fungsi PERS

Padang,  infoindependen. Proses Pembangunan Jalan TOL Sumbar-Riau terkesan sangat tertutup dari publik, kontrol sosial dipersulit.
Jauh dari kontrol sosial dan ketatnya penjagaan di kawasan TOL Sumbar-Riau tersebut, diduga untuk menutupi penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Tertutupnya pelaksaanan pekerjaan TOL Sumbar-Riau terindikasi dari ungkapan salah seorang karyawan PT. HKI, sebagai sub kontraktor PT. HKI mensyaratkan “media” untuk menyurati perusahaan pemenang tender (kontraktor pelaksana) lebih awal.
Kita bekerja sesuai dengan aturan, aturannya sesuai edaran yang ditetapkan perusahaan demikian ungkapnya.
Sementara itu
terkait, dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi, PT. Hutama Karya (HK) Marthin Singal kepada wartawan sebagaimana dirilis laksusnews.com mengatakan, realisasi bobot pekerjaan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru hingga minggu terakhir, tertanggal 17 April 2021 sudah mencapai 39,93%

Sedangkan untuk spek material lapisan penopang yang digunakan haruslah berdasarkan spesifikasi tekhnis, Pekerjaan Perbaikan Tanah Pasal 1.6.2 ketentuan material Pasir untuk Load Transfer Platform diantaranya tidak mudah hancur oleh cuaca, panas dan hujan, Bersih dan bebas material organic, bergradasi baik dan kandungan tanah lempung <15%

Untuk ketebalan lapisan loading transfer platform / LTP sesuai dengan desain rencana adalah satu meter

Hingga saat ini tidak ada perubahan/addendum terhadap spesifikasi pasir yang digunakan, spesifikasi tetap sama.

Lebih jauh Martin memaparkan, Material penopang atau LTP tetap menggunakan material yang sesuai spesifikasi.

Sesuai hasil rapat dengan engineer dan pelaksana pekerjaan untuk material tras atau pozzolan bisa digunakan jika memenuhi spesifikasi sesuai jawaban poin 2 di atas.

Realisasi Pekerjaan LTP STA 4+200 sd 5+500 menggunakan pasir Pasaman dan pasir Lubuk Alung sesuai spesifikasi, berdasarkan hasil pengajuan material.

BACA JUGA :  Ketua KPK Lantik 12 Pejabat Eselon II

Sedangkan pada pekerjaan LTP STA 5+500 sd 6+050 menggunakan campuran pasir dan tras dengan memenuhi standar spesifikasi sesuai jawaban poin 2 diatas, berdasarkan hasil pengajuan material.

Sementara itu, Mr. X Salah seorang sumber yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan, kuat dugaan material lapisan penopang /pasir yang digunakan untuk pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru tidak sesuai dengan speksifikasi yang telah ditentukan.

Terbukti, ketika datangnya hujan material pasir yang sudah terpasang itu mudah hancur terbawa arus air.

Selain itu, material yang digunakan disinyalir tidak memiliki izin (ilegal), ungkapnya.

Berdasarkan estimasi, terkait dengan penggunaan material lapisan penopang (pasir) yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi itu, sehingga berdampak terhadap kerugian negara hingga puluhan milyar rupiah, ungkapnya.

Kita berharap adanya sikap tegas dari Aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut ketimpangan yang terjadi pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru, harapnya. (TIM)