Ket foto : Kepala BPS Sumut Dr. Syech Suhaimi, ketika memberikan penjelasan kepada wartawan Kamis (13/02), di Kantor BPS Sumut Jalan Asrama Medan.

Dalam Satu Semester Terakhir Angka Kemiskinan Di Sumut Turun Sekitar 22 Ribu Jiwa

Medan, infoindependen.com – Angka kemiskinan Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan sebesar 0,20 poin, yaitu dari 8,83 persen pada Maret 2019 menjadi 8,63 persen pada September 2019. Angka kemiskinan ini setara dengan 1,26 juta jiwa pada September 2019, atau berkurang sekitar 22 ribu jiwa dalam satu semester terakhir.

Persentase penduduk miskin pada September 2019 di daerah perkotaan sebesar 8,39 persen, dan di daerah pedesaan sebesar 8,93 persen, masing-masing mengalami penurunan sebesar 0,17 poin dan 0,21 poin jika dibandingkan Maret 2019.

Hal tersebut dikemukakan, Kepala BPS Sumut Dr. Syech Suhaimi, kepada wartawan Kamis  (13/02), di Kantor BPS Sumut Jalan Asrama Medan , Provinsi Sumtra Utara (Sumut).

Disebutkannya, garis Kemiskinan pada September 2019 tercatat sebesar Rp. 490.120,-/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp. 367.105,- (74,90 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp. 123.015,- (25,10 persen), “ujar Suhaimi.

Pada periode Maret 2019 – September 2019, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) menunjukkan peningkatan. P1 naik dari 1,371 pada Maret 2019 menjadi 1,480 pada September 2019, dan P2 naik dari 0,310 menjadi 0,372.

Hal ini mengindikasikan bahwa, rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung menurun dan semakin menjauh dari garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin semakin tinggi, “katanya.

Suhaimi menjelaskan, secara umum, pada periode 2007 – Maret 2019 tingkat kemiskinan di Sumatera Utara mengalami penurunan baik dari sisi jumlah maupun persentase, kecuali pada September 2013, dan pada September 2014 hingga September 2015.

Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode tersebut dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak. Perkembangan tingkat kemiskinan tahun 2007 sampai dengan September 2019, “jelasnya.

BACA JUGA :  Puluhan Pedagang Pasar Bantar Gebang Geruduk Kantor Walikota Bekasi

Suhaimi juga menjelaskan, bahwa garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk menentukan miskin atau tidaknya seseorang. Penduduk miskin adalah mereka yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan.

Dibandingkan dengan Maret 2019, garis kemiskinan Sumatera Utara pada September 2019 naik 5,15 persen yaitu dari Rp. 466.122,- perkapita per bulan menjadi Rp.490.120,- perkapita per bulan. Garis kemiskinan di perkotaan naik 4,73 persen, yaitu dari Rp. 483.667,- perkapita per bulan menjadi Rp.506.538,- perkapita per bulan. Sedangkan garis kemiskinan di perdesaan naik 5,55 persen dari Rp. 445.815,- perkapita per bulan menjadi Rp.470.545,- perkapita per bulan.

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada September 2019 sebesar 74,90 persen, “sebut Suhaimi.

Pada September 2019, komoditi makanan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap Garis Kemiskinan baik di perkotaan maupun di perdesaan pada umumnya hampir sama. Beras masih berperan sebagai penyumbang terbesar Garis Kemiskinan baik di perkotaan (20,65%) maupun di perdesaan (29,67%).

Empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar Garis Kemiskinan di perkotaan adalah rokok kretek filter (11,67%), tongkol/tuna/cakalang (4,07%) , cabe merah (4,01%), dan telur ayam ras (3,80%). Demikian juga di perdesaan, empat komoditi makanan lainnya penyumbang terbesar terhadap Garis Kemiskinan adalah rokok kretek filter (9,52%), cabe merah (4,05%), tongkol/tuna/cakalang (3%), dan telur ayam ras (2,90%),tandasnya.     (Jal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *