Diantara KADA Peserta Pilgub, Hanya Indra Catri Yang “Kalah” di Wilayah Kepemimpinan

Mukhsin STM

Suara yang diperoleh dalam tahapan pilkada dapat menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemimpin (kepala daerah) di daerahnya.
Masyarakat akan terus mendukung pemimpin yang menjadi idolanya pada ajang pemilihan yang digelar dan itu akan terlihat diakhir penghitungan suara.
Bupati Padang Pariaman (Ali Mukhni) yang maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, meski kalah pada Pilkada Sumbar pantas berbesar hati dikarenakan dapat meraih suara terbesar di daerah yang dipimpinnya.
Demikian juga halnya dengan Walikota Pariaman Genius Umar, maju sebagai Cawagub Sumbar “ia” merupakan peraih suara terbanyak di kota yang dikembangkannya itu.
Maknanya meski hanya sama-sama maju sebagai Cawagub Sumbar, sebagian besar masyarakat yang dipimpin mendukung pencalonan Ali Mukhni dan Genius Umar.
Berbeda halnya dengan Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Barat lainnya, sebagai kandidat yang disebut-sebut paling visioner Nasrul Abit-Indra Catri hanya bisa berada pada urutan kedua.
Hal ini disebabkan keberpihakan pemilih kepada Nasrul Abit tidak didukung oleh tingkat kesukaan masyarakat terhadap pasangannya “Indra Catri”.
Nasrul Abit memang menang telak di wilayah yang pernah dipimpinnya (Pesisir Selatan), sementara itu sebagai Cawagub, Indra Catri meski sedang menjabat sebagai Bupati Agam namun tidak dapat bersumbangsih dengan baik.
Sebagai kepala daerah dua periode di “kampungnya” itu, Indra Catri dipermalukan dengan kondisi bahwa ia hanya mampu mengumpulkan “rimah” saat pemilihan.
Kemampuan Indra Catri jauh berada di bawah dua orang pesaingnya yang lebih banyak berkiprah di luar Kabupaten Agam, Mahyeldi Ansharullah dan Mulyadi dapat “unggul” dari Indra Catri yang sedang “menjabat” sebagai Bupati di Agam.
Kekalahan Indra Catri dari dua pesaingnya ini, tentu saja menimbulkan penilaian publik bahwa “ia” tidak begitu disukai oleh rakyat yang dipimpinnya selama hampir 10 tahun.
Lemahnya dukungan suara dari Indra Catri sebagai cawagub, sudah pasti menjadi penyesalan tersendiri bagi Nasrul Abit.
Disebabkan, sebelumnya Nasrul Abit sering disarankan oleh sejumlah tokoh untuk berpasangan dengan Yuswir Arifin, Gusmal dan atau Khairunas.
Dikarenakan ketiga tokoh tersebut di atas dinilai sangat didukung secara militan oleh masyarakat masing-masing.
Namun, saat itu Nasrul Abit terkesan lebih cenderung “terpedaya” oleh penampilan luar Indra Catri.
Ibarat nasi yang sudah “basi”, peluang Partai Gerindra yang sangat besar di Sumatera Barat di Pilkada 2020 kandas akibat salah ketika mengambil keputusan berkaitan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

BACA JUGA :  Brigadir Verlly Hanandre, Bhabinkamtibmas Polsek Talang Yang Aktif Bersama Masyarakat