Freelance Nekat Menggusur Warga Tanpa Ada Surat Tugas Dari PT ICD

Batam, Infoindependen.com – Lahan kosong yang sebelumnya diketahui milik PT. Island Club Development (ICD) berdasarkan plank yang tertancap tidak jauh dari rumah L. Sitorus / M. Silalahi warga Kel. Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) masih menimbulkan polemik terkait status lahan belum diketahui pasti siapa pemilik nya, (13/01/2022).

Sementara warga yang sudah lama menempati lokasi dikejutkan oleh sejumlah oknum yang mengaku sebagai petugas atas perintah dari pihak PT. ICD, untuk mengosongkan lokasi lahan tanpa adanya surat tugas dari pihak PT. ICD beberapa hari yang lalu tanggal 11/01/2022.

Dari pantauan beberapa LSM PIKAD dan beberapa awak media di lokasi warga yang menempati lahan tersebut, ada tiga keluarga diantaranya keluarga Sitorus, Marbun dan Situmorang

Tidak terima kedatangan dan perlakuan sejumlah oknum yang mengaku suruhan pihak PT. ICD  sebelumnya, tidak ada pertemuan dengan tiga keluarga tersebut, pemilik lahan belum memenuhi permintaan warga.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi pak, saya pasrah, yang kami inginkan pemilik lahan PT. ICD adakan pertemuan dengan kami, kami yang menempati lahan PT ICD sebelumnya. Saya pun tahu pemilik lahan PT, ICD, yaitu bapak Teddy Ponti,” ucap warga kepada awak media.

Langsung keluarnya SP1 sampai SP3 tidak ada pertemuan antara warga dan pemilik lahan PT. ICD, lalu adakan penggusuran paksa dan diberi uang paku,

“Awalnya oknum suruhan dari PT, ICD memberi uang paku sebesar 2juta dan di tambah lagi 1 juta, cerita demi cerita akhirnya menjadi 6 juta yang di beri kepada warga yang menempati lahan tersebut, tega sekalipun kalian harus memaksa kami mengosongkan lahan dan rumah yang sudah lama kami tempati,” ujar salah satu warga yang digusur.

BACA JUGA :  Masyarakat Kecewa, DPP Lembaga Agent Rahasia Minta Mentri PUPR Tinjau Proyek Jalan Nasional Wilayah Riau Diduga Gagal Konstruksi

Sementara dari sejumlah oknum yang mengaku suruhan dari pihak PT. ICD mencoba menjelaskan dengan menunjukkan surat somasi yang sudah dilayangkan dengan beberapa surat yang sebelumnya, dikeluarkan melalui Kuasa Hukum PT. ICD tersebut, agar segera mengosongkan lahan milik PT. ICD.

“Kami hanya menjalankan tugas sesuai yang diamanahkan oleh atasan kami, pemilik lahan PT, ICD untuk warga agar segera kosongkan sesuai prosedur yang berlaku,” tegas P salah seorang dari oknum yang menggusur.

Tambahnya, sudah 4 bulan kami berikan kelonggoran sampai 3 surat somasi, sudah kami berikan ke warga, namun sampai sekarang belum ditinggalkan, namun jika ada warga yang keberatan, silahkan laporkan kepada pihak yang berwajib, Polsek maupun  Polda,” kata P. kepada beberapa wartawan media.

Saat awak media menanyakan kepada perwakilan perusahaan, apakah mereka disertai surat tugas, para perwakilan perusahaan tersebut tidak bisa menunjukkan surat tugasnya, dan menjawab, kami ini freelance,” ucap salah seorang perwakilan dari PT. ICD.

Kemudian salah satu anak bapak Marbun menangis melihat rumah nya yang di exkusi saat di bongkar rumah nya, si anak gak sanggup menahan sedih dan nyesek, akhirnya jatuh pingsan.

Melihat anak Marbun pingsan di tempat kejadian exkusi rumahnya, lalu para oknum suruhan dari PT. ICD tanpa adanya surat tugas langsung pergi meninggalkan lokasi yang mereka gusur paksa. (Tim)