Gegana Polri Kembali Temukan Zat Radioaktif Di Perumahan Batan Indah

Jakarta, infoindependen.com – Teranyar Tim Gegana Mabes Polri menemukan lokasi paparan zat radioaktif di Perumahan Batan Indah selain di dekat lapangan voli dan Blok A kediaman tersangka SM.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipiter) Bareskrim Polri, Brigjen Agung Budijono mengamini ada lokasi baru yakni di Blok F, Perumahan Batan Indah.

“‎Memang kita temukan lagi di Blok F Perumahan Batan Indah dari hasil patroli. Temuan di Blok F ini hampir sama dengan di Blok A, rumah SM, ”ujar Brigjen Agung di Bareskrim Mabes Polri, Jumat (13/3/2020).

Jenderal bintang satu ini menjelaskan, rumah di Blok F yang kedapatan menyimpat zat radioaktif ini dulunya dihuni oleh pegawai Batan.

“Rumah di Blok F dihuni seorang putri. Bapaknya sudah almarhum, dulu pegawai Batan. Zat radioaktif ini ditemukan di gudang. Saat kami tanya, putrinya tidak tahu. Dia menjelaskan barang itu kepunyaan almarhum bapaknya dan sama sekali tidak pernah disentuh, ”ungkapnya.

Brigjen Agung menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Batan untuk melakukan pengecekan jenis zar radioaktif termasuk dilakukan penyitaan.

Diketahui, kasus bermula pada 30 Januari 2020 lalu, warga digemparkan dengan temuan zat radioaktif jenis Cesium 137 di lahan kosong, samping lapangan voli, Perumahan Batan Indah.

Paparan radiasi ini terdeteksi ketika Bapeten melakukan pemantauan keliling di lingkungan Jabodetabek meliputi Pamulang, Muncul, P‎erumahan Batan Indah hingga stasiun KA Serpong.

Atas temuan itu‎, Bapeten, Batan dibantu Gegana Polri melakukan proses clean up bagi tanah yang mengandung radioaktif. Dilanjutkan dengan pemeriksaan 9 warga yang tinggal di area sekitar terpapar radiasi nuklir.

Hasilnya, dua warga terbukti terkontaminasi zat radioaktif setelah diperiksa whole-body counting (WBC). Kontaminasi ini diyakini tidak berdampak biologis karena dosisnya di bawah NDB.

BACA JUGA :  Presiden Jokowi Luncurkan Bantuan Subsidi Upah

Sekretaris Utama Bapeten, Hendrianto Hadi menduga, dua warga terkontaminasi karena makan buah dari pohon di sekitar sumber radiasi. Beberapa pohon dinyatakan terkontaminasi karena menyerap zat radioaktif melalui akarnya.

Dari hasil patroli dan pengembangan, Tim Gegana Mabes Polri menemukan ada paparan radioaktif di Blok A, Perumahan Batan Indah. Rumah tersebut milik pegawai Batan, inisial SM.

Karena menyimpan zat radioaktif secara ilegal, SM kini berstatus tersangka dijerat dengan ‎Pasal 42, 43 UU No 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran dengan ancaman hukuman dua tahun dan denda Rp 100 juta.     (red)

 

 

Sumber: Humas Polri

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *