Hasil Pilkada, Momentum “Mengukur” Tingkat Kepedulian Terhadap Masyarakat

Defrianto Tanius

Pilkada merupakan momentum untuk mengukur keberhasilan, kemampuan dan daya saing bagi setiap calon kepala daerah.

Pilkada juga merupakan “barometer” kepedulian, keikhlasan, kinerja serta tingkat keseriusan untuk “mengurus” masyarakat dan daerah ketika memegang jabatan sebagai kepala daerah.
Seluruh kriteria tersebut diatas dapat diketahui dengan jelas setelah pelaksaanan proses penghitungan suara hasil pemilihan langsung.
Kini, proses Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Walikota di Sumbar bisa dikatakan selesai, kepastiannya menunggu penetapan resmi dari KPU.
Dari penghitungan suara yang telah dilakukan tersebut dapat tergambar tingkat kesukaan masyarakat terhadap kandidat yang berstatus incumbent selama “berkuasa”.
Pada Pilkada 2020 ini di Sumatera Barat, beberapa incumbent terlihat “terdepak” dari kursi empuk kekuasaan yang mungkin sebagai dampak hilangnya kepercayaan dari masyarakat yang dipimpinnya.
Di Pesisir Selatan misalnya sebagai Bupati Incumbent, Hendrajoni gagal meraup suara terbanyak dan dipaksa harus mengakui keunggulan (Wakilnya) Rusma Yulanwar.
Rusma Yulanwar yang berpasangan dengan Rudi Hariyansah meraih 128.922 suara atau 57,24 persen sehingga dapat memenangkan Pilkada Pessel dengan telak.
Untuk Kota Solok dari awal tahapan pilkada, sudah dipastikan Zul Efian dapat dengan enteng menangkan Pilkada di Kota Segitiga Emas tersebut.
Hal ini tentu saja dengan alasan bahwa Zul Efian telah berbuat terlebih dahulu untuk rakyatnya, selain itu Zul Efian juga mendapat pengakuan publik telah memiliki pengalaman lebih dari seluruh pasangan calon walikota-wakil walikota lainnya.
Termasuk jika diperbandingkan dengan Wakil Walikota Incumbent (Reinier), Zul Efian masih merupakan sosok terbaik di Kota Solok.
Pada Pilkada Kota Solok, Reinier belum mampu meraih kemenangan sebagaimana yang dicapai Rusma Yulanwar di Kabupaten Pesisir Selatan.
Di Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias sebagai Walikota Incumbent juga tersingkir oleh Erman Safar.
Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Sijunjung, sebagai Wakil Bupati Incumbent “Arrival Boy” juga harus mengakui keunggulan Benny Dwifa Yuswir.
Selanjutnya di Kabupaten Solok Selatan, Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan “Khairunas-Yulian Efi” berhasil memperoleh suara terbanyak yang berakibat Abdur Rahman sebagai Incumbent harus kehilangan “kursi empuknya”.
Kemenangan Pasangan Khairunas-Yulian Efi di Solok Selatan ternyata sangat beralasan karena berdasarkan informasi yang terhimpun, sebagai tokoh  Solok Selatan Khairunas merupakan sosok yang memiliki kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat di daerah tersebut.

BACA JUGA :  Polda Sulsel: Siapkan 1.070 Personil Polda Back Up PAM TPS Pemilu 2019

Sehingga, diperoleh informasi bahwa masyarakat merasa harus memilih di TPS dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Solok Selatan secara adil dan merata.