Ket poto : Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi bersama Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Provsu Alwi Mujahid, Kepala Biro Umum Fadly, meninjau Wisma Atlet Provsu di Jalan Willem Iskandar, Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (22/03). Sebanyak 99 kamar di Wisma Atlit ini akan digunakan sebagai ruang isolasi bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP). (ist)

Isolasi Covid-19, Sumut Siapkan 99 Kamar Di Wisma Atlet Dispora

Medan, infoindependen.com – Mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19, Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan 99 kamar yang belum dioperasikan di Wisma Atlet Dinas Pemuda dan Olahraga Pemrov Sumut di Jalan Williem Iskandar, Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

“Tempatnya baru dan bagus, ini sangat layak untuk kita gunakan. Tapi nanti warga tidak boleh lagi masuk ke halaman gedung, “kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi saat meninjau sejumlah rumah sakit (RS) dan gedung yang akan dijadikan ruang isolasi, Minggu (22/3/2020).

Sejumlah lokasi yang ditinjau diantaranya, RS Martha Friska di Jalan Multatuli, RS Martha Friska Brayan Jalan Yos Sudarso, Bapelkes Dinkes Provinsi Sumut Jalan Petunia, Balai Diklat BPSDM Sumut Jalan Ngalengko dan Wisma Atlet Dispora Sumut Jalan Williem Iskandar.

“Kita harus siapkan minimal 5 % dari jumlah penduduk yang ada di Sumut. Sepertinya warga saya ini, tidak bisa hanya sekadar diimbau agar menjaga diri dengan tetap di rumah. Harus kita siapkan ruang isolasi dan lokasinya pun harus steril.

Saya tidak mau nanti pasien PDP berbaur dengan pasien umum, tidak boleh bercampur dengan orang lain juga. Untuk itu, saya (Gubsu, red) manfaatkan beberapa rumah sakit yang sudah tidak beroperasi lagi, “ujar Gubsu.

Awalnya Gubernur meninjau lokasi RS Martha Friska di Jalan Multatuli dan RS Martha Friska Brayan. Dari kedua RS tersebut tersedia 230 ruangan yang siap digunakan. “Ini untuk hal kemanusian. Untuk sementara izinkan saya mempergunakan rumah sakit ini untuk menampung pasien PDP Corona. Kalau rumah sakit yang ada pasienya, maka saya akan kesulitan untuk memindahkan pasien, “ujarnya.

Kemudian Edy Rahmayadi mengunjungi Bapelkes Dinkes Provinsi Sumut yang berada di belakang RSUP Adam Malik. Di lokasi tersebut memang tersedia 28 kamar, namun tidak bisa dipergunakan, karena kamar mandi yang berada di luar kamar. “Ini tidak bisa kita gunakan, karena keberadaan kamar mandinya di luar. Mereka kan harus tetap di dalam ruangan, “terangnya.

BACA JUGA :  UPT BP2MI Manado Jajaki Kerjasama Dengan Pemkot Bitung

Gubernur dan rombongan yang terdiri dari Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Sumut Riadil Akhir Lubis, Kepala Dinas Kesehatan Alwi Mujahit, Mayor Handoyo dan Restuti Saragih menuju Balai Diklat BPSDM Sumut Jalan Ngalengko. Di sana tersedia 76 kamar yang siap pakai.

Kepala Dinas Kesehatan, Alwi Mujahit mengatakan, langkah yang dilakukan Gubernur Edy sudah tepat dan sigap. “Kita harus bangga punya Gubernur yang begitu peduli dan sigap mengambil sikap untuk melakukan langkah untuk antisipasi. Ini memang yang harus kita lakukan. Jadi kita siap untuk mengantisipasi lonjakan pasien PDP. Karena tidak boleh kita biarkan pasien PDP ini menyebar kemana-mana, “terangnya.     (zahendra)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *