Jangan Paranoid Hadapi Covid-19, Ini Penjelasan dr. Mardohar Tambunan MKes

Medan, infoindependen.com – Penjelasan ini mungkin bisa jadi kabar baik bagi masyarakat yang selama ini terlanjur paranoid dengan Virus Corona. Karena sebelum terlalu khawatir, prinsipnya ada baiknya setiap orang harus memahami apa, siapa, kelebihan serta kelemahan dari virus ini, selama kita patuh dengan anjuran pencegahan penyebaran Covid-19.

Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Medan dr. Mardohar Tambunan MKes mengungkapkan, berdasarkan penelitian dan analisis beberapa ahli virus, corona tidak akan bisa berkembang biak selama setiap individu selalu disiplin.

“Sesuai anjuran WHO, diantaranya dengan menghindari keramaian, cuci tangan dengan sabun, gunakan masker bagi yg batuk. Dan sebaiknya semua orang menggunakan masker medis maupun yang buatan sendiri. Karena masih banyak masyarakat kita berkumpul dan tidak menjaga jarak, artinya penularan itu melalui droplet yang keluar dari yang terpapar Covid-19 masih rentan,” ungkapnya, Minggu (5/4/2020) di Medan.

Apa kita tau yang terpapar…? Jawabannya tentu tidak. Sekalipun pemerintah beserta seluruh stakholder, TNI, Polri institusi dan organisasi dan lainnya, hingga kini terus berbuat untuk pencegahan Covid-19.

“Kami dan semua pihak itu tetap bekerja keras. Begitu juga pihak rumah sakit. kekurangan demi kekurangan itu terus di perbaiki. Sampai berbagai masalah lain jangan sampai timbul. Tapi ingat, kuncinya masyarakat harus berperilaku hidup Bersih dan sehat. Memang kalau menggunakan hand sanitizer cukup baik. Tapi jangah salah, WHO merekomendasikan cuci tangan cukup pakai sabun aja, mau merek apapaun bisa dilakukan dan bilaslah dengan air mengalir. Jangan terpengaruh siapa-siapa, harus sabun inilah, itulah, karena jenis Covid-19 akan mati jika kena sabun jenis apa saja,” ungkapnya.

Dan satu lagi, sambungnya, semua masyarakat harus memahami, bahwa ‘induk semang’ dari Corona adalah Droplet (uap air atau percikan air ludah).

BACA JUGA :  Polsek Metro Ciracas Amankan Dua Pencuri HP Di Warung Kelapa Dua Wetan

“Catatan, hindari bersalaman. Bila kita yakini droplet (Covid-19) jatuh di tangan, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir bila di benda meja kursi droplet yang basah tadi akan mengering bisa karena panas matahari atau angin berhembus, virusnya akan mati. Dia tidak bertahan lama bila di benda mati, rentang waktunya antara 15-20 detik. Kemudian bilas tangan yang benar ada caranya selama 15 atau 20 detik,” urainya.

Lebih jauh salahsatu anggota Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Medan ini menuturkan bahwa virus yang awalnya menular dari kelelawar ke kelelawar ini sudah ada sejak lama. Karena Covid-19 sendiri merupakan turunan ke 6.

“Penyakit berasal dari Wuhan ini awalnya menyebar dan menular dari kelelawar ke kelelawar, kemudian ke mamalia sampai kemudian menular ke manusia hingga akhirnya menular dari manusia ke manusia hingga meluas menjadi pandemi atau berkembangnya suatu wabah dari kecil menjadi skala besar hingga akhirnya jadi tanggungjawab internasional,” urainya.

Belakangan, pria yang akrab disapa Edo ini mengaku, sebagai orang yang berkecimpung di dunia medis, ia mengaku cemas dengan seliweran informasi yang beredar terkait Covid-19 ini, sehingga membuat kinerja gugas tugas turut terganggu.

“Saat ini semua orang mengaku paling tau tentang Corona, semua jadi ahli corona, semua takut dan semua rancu. Harusnya kalau membaca berita atau share group baca sampai selesai, tidak usah diamati apalagi ditanggapi kalau tak valid, cukup pahami dari apa yang disampaikan sumber yang jelas dan pas infonya,” tegasnya.

Skali lagi Edo menegaskan, masa bertahan virus ini hanya sekitar 15 detik jika bukan dimedianya. Karena Corona bisa hidup di media yang hidup. Artinya, jika ditempat kering, virus itu akan mati dan jatuh ke tanah dalam bentuk kristal.

BACA JUGA :  Kunjungan Media Infoindependen.com Ke Bea Cukai Batam

Dikatakannya, Covid-19 tidak bisa menular lewat udara, karena sampai saat ini memang belum ada dalil yang bisa menjelaskan secara pasti. Untuk itu para ahli juga masih melalukan penelitian.

“Corona ini jenis virus dengan ukuran 20 mikron. Dengan ukuran demikian, virus gampang mati jika terkena air asin, cuka atau air asam lain,” bebernya.

Tapi satu hal terpenting kata Edo, ada 3 tempat dibagian wajah yang menjadi pintu masuk penularan Corona, diantaranya mulut, hidung dan mata.

“Karena itu jaga kebersihan mulut dan hidung. Jangan suka masukkan apapun selain yang higienis ke mulut dan mata, jangan suka dipegang-pegang dan mata jangan sula dikucek. Ini kebiasaan yang tidak kita sadari, sehari bisa berkali kali kita kucek,” sebutnya.

Edo juga menyebutkan, corona merupakan jenis virus memperburuk penyakit bawaan orang yang diserangnya. Misalnya bagi pemilik riwayat penyakit hipertensi, diabetes, asma, kanker. Nah, selama masa inkubasi 14 hari itu, Covid-19 ini akan memperburuk penyakit lama itu dan serangannya membuat kondisi penderira semakin parah.

“Tapi ingatlah, corona ciptaan Allah dan tubuh kita yang diberi Allah ini juga punya sistem imunitas yang cukup bagus untuk menahan virus itu, apalagi bagi anak muda yang imumnya lebih kuat 2 sampai 3 kali lipat dibanding manula. Corona bisa musnah jika kita tertib menjaga kebersihan khususnya rajin cuci tangan dengan sabun, apalagi jika habis berjabat tangan. Dan penderita corona juga bisa sembuh. Jadi jangan terlalu khawatir atau paranoid berlebihan. Dan bagi yang pernah terkena dan sembuh, mudahan sudah aman karena sistem imun dalam tubuh kita akan membentuk pertahanan sendiri terhadap virus yang pernah diidapnya,” tutup Edo. (esal)

BACA JUGA :  Jumat Barokah DPK KNPI Medan Timur Berbagi Kepada Anak Yatim Dan Kaum Dhuafa



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *