Ket. Foto : Seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan ditemukan tewas dengan sejumlah luka ditubuhnya di kawasan Lau Kala, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (12/4/2020) sekira pukul 15.00 WIB. (ist)

Kematian Mahasiswi Unpri Medan Terungkap, Ini Penjelasan Kapolrestabes

Medan, infoindependen.com – Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia (Unpri) Medan yang ditemukan tewas di kawasan Lau Kala, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang pada, Minggu (12/4/2020) lalu terungkap.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon Isir didampingi Kasat Reskrim AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, Selasa (14/4/2020) menjelaskan, Juliana Liem (25) warga Jalan Setia Budi Simpang Asisi, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara merupakan korban perampokan dan pembunuhan.

“Mahasiswi tersebut merupakan korban aksi perampokan dan pembunuhan yang terjadi pada Sabtu, 11 April 2020 sekira pukul 20.00 WIB  di Dusun I Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang,” papar Kombes Pol Jhonny Edizon Isir, Selasa (14/4/2020).

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukannya jenezah korban, Kombes Pol Jhonny Edizon menyebutkan pihaknya melakukan penyelidikan dengan berdasarkan keterangan saksi.

Smart Phone milik korban menjadi petunjuk petugas. Tato Sembiring (28) diciduk Tim Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, Senin (13/4/2020) sekira pukul 05.00 WIB dari kediamannya Jalan Sempakata, Padang Bulan, Medan Selayang. Petugas mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatannya.

Tersangka Tato Sembiring ditangkap dalam proses pengembangan penyidikan. Perugas berawal mengamankan supir angkot trayek 103, Tomi Keliat (29) warga Jalan Dewantara, Desa Hulu, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang.

“Perugas mengamankan Tomi Keliat. Pada proses pengembangan penyidikan, Tato Sembiring terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terarah, karena berusaha melarikan diri dari petugas. Tersangka Tato tewas ditempat,” sebut Kombes Pol Jhonny Edizon.

Polisi menyita barang bukti berupa, satu unit mobil angkutan kota (Angkot) Rahayu 103 BK 1324 WX, kotak handphone Iphone warna putih, handphone samsung warna hitam, sebilah pisau, sepasang sandal warna hitam, celana dalam korban, jaket warna hijau, bra warna hitam milik korban, baju warna hitam, jam tangan, obeng dan rekaman CCTV.

BACA JUGA :  Polri : 99 % Karhutla Di Riau Ulah Manusia

“Dari hasil lidik pantau CCTV diketahui korban menaiki angkot jenis Rahayu 103 tujuan Pancurbatu -Universitas Negeri Medan dengan ciri-ciri angkot sebagaimana terekam CCTV di Jalan HM Yamin dan Jalan Iskandar Muda. Namun demikian Tim Gabungan kesulitan menemukan gambar CCTV di tempat biasa korban turun angkot yakni di Simpang Selayang karena CCTV milik Dinas Perhubungan  tidak berfungsi,” beber Kombes Pol Jhonny Edizon.

Berdasarkan nomor polisi angkutan kota yang ditumpangi korban, petugas mengetahui pemilik dan pengendara angkot tersebut Selanjutnya melakukan pencarian terhadap yang diduga pelaku Tato Sembiring.

“Tersangka disangkakan Pasal 365 ayat (4) subsider Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun hukuman kurungan penjara,” tegas Kombes Jhonny Edizon Isir. (zahendra)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *