Ket foto : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (Garnizun), H Ardiansyah Saragih, SH,MH foto bersama Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari.(ist)

Ketum DPP Garnizun Apresiasi Kinerja BNN Bongkar Penyelundupan Ganja Seberat 1 Ton di Jakarta

Medan, infoindependen.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Nasional (Garnizun) H. Ardiansyah Saragih SH, MH mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar penyelundupan ganja seberat 1 ton di Cipayung Jakarta Timur pada Selasa 18 Februari 2020 lalu.

Ardiansyah menegaskan, bahwa pemilik/pengedar dan kurir serta oknum-oknum yang diduga ikut membeking peredaran narkoba harus di beri hukuman seberat-beratnya agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

”Pemerintah harus berani mengambil sikap dengan memberi hukuman seberat-beratnya hingga hukuman mati terhadap semua pemain barang haram tersebut, sekalipun jika ada oknum aparat yang melindunginya, ”ujarnya melalui pesan Whatsapp yang diterima Rabu, (19/02/2020) di Medan.

Menurut mantan Wakil Ketua DPP KNPI ini, dengan keberhasilan BNN menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 1 ton di Jakarta, maka ribuan generasi muda Indonesia berhasil diselamatkan masa depannya dari penyalahgunaan barang haram tersebut.

“Oleh karena Indonesia sudah menjadi darurat narkoba, maka semua pihak harus bertanggung jawab menyelamatkan generasi muda Indonesia dari cengkeraman penyalahgunaan narkoba, dengan mendukung penuh upaya-upaya pihak BNN dan Polisi dalam memberantas peredaran narkoba secara serius dan tuntas, ”ucap H. Ardiansyah Saragih SH, MH  yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Islam Simalungun (DPP Gemais).

Diberitakan sebelumnya, penyelundupan ganja tersebut terungkap di sebuah lahan parkiran truk samping warung Mie Pidie Jaya di Jalan Mabes Hankam RT 13/03, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

“Para pelaku ini menyelundupkan ganja tersebut dengan cara dikemas dalam plastik dan dikamuplase lapisan serbuk berbau menyengat. Modus ini digunakan mereka untuk mengalihkan kecurigaan petugas jika membawa anjing pelacak, ”ujar Irjen Pol Arman Depari, Selasa 18 Februari 2020.

BACA JUGA :  Nelayan Gabion Tunda Melaut Demi Dapatkan Vaksin Dosis 2 Dari TNI AL Lantamal I

Penyelundupan ganja terungkap bermula adanya informasi dari masyarakat, bahwa akan ada kiriman ganja ke lokasi tersebut menggunakan sebuah truk jenis Fuso 220 PS berwarna orange dengan Nomor Polisi BK 8884.

Mendapati informasi tersebut, anggota yang berjumlah 30 personel di bawah pimpinan Deputi Bidang Pemberantasan (BNN), Irjen Pol Arman Depari kemudian menuju lokasi yang dimaksud dengan menggunakan 6 unit mobil.

Alhasil, pelaku mengaku memasok ganja melalui jalur darat. Dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) rencananya ganja tersebut akan di bawa ke daerah Parung Bogor untuk dikemas dan diedarkan ke seluruh wilayah di Indonesia.

Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua Umum DPP Garnizun ini mengatakan, banyaknya peristiwa yang terjadi terkait penyelundupan barang haram yang masuk ke wilayah Indonesia merupakan tantangan bagi aparatur penegak hukum untuk segera memberhangusnya

“Peranan untuk menghambat peredaran narkoba bukan hanya kepentingan dari para penegak hukum saja,melainkan dari seluruh lapisan masyarakat juga harus ikut berperan, ”ucap Saragih.     (Jal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *