LSM Lidik Krimsus RI Demo Di Halaman Mapolda Sumsel

Sumsel, infoindependen.com – Sekitar 30  (tiga puluh) pemuda mengatasnamakan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus Republik Indonesia (Lirik Krimsus RI), mengelar aksi unjuk rasa damai di depan pintu masuk Mapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis (5/9) pukul 10.00 WIB, kemari.

Massa aksi tiba di Mapolda Sumsel sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kapolda Sumatera Selatan Segera Mengusut Tuntas Dugaan Indikasi Korupsi Kolusi Dan Nepotisme Pada Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Timur” yang dikoordinator aksi oleh Solahudin dan koordinator lapangan Agus.

Kedatangan masa Lidik Krimsus RI semata-mata mendukung Polda Sumsel untuk menyapu bersih para koruptor yang terjadi di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan, bahkan massa aksi setidaknya sudah 3 (tiga) kali mengelar aksi dengan tuntutan yang sama.

“Kedatangan kita hari ini, untuk menindaklanjuti apa yang kami sampaikan berkali-kali, termasuk hari ini sudah tiga kali, kami harus meminta diusut tuntas apa yang kami sampaikan. Jangan lagi bapak Kapolda membiarkan di Sumsel ini ada Korupsi lagi,” ungkap Salahudin, koordinator aksi.

Foto: ms/lily – Koordinator Aksi menyerahkan berkas laporan untuk diusut pihak Polda Sumsel

Untuk itu masa meminta Kapolda Sumsel segera menindaklanjuti dan membentuk tim khusus guna mengusut tuntas dugaan indikasi KKN dan penyalahgunaan wewenang serta penyalahgunaan kesempatan, karena jabatan diduga tujuan untuk menguntungkan diri sendiri dan menguntungkan orang lain yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Pemerintahan Kota Palembang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kabupaten Ogan Komering Empat Lawang.

Dalam pernyataan sikapnya, massa Lidik Krimsus meminta Kapolda Sumsel melalui Subdit Tipikor segera mengambil langkah-langkah penyelidikan hukum terkait dengan adanya laporan pengaduan awal dugaan tindak pidana KKN yang dapat dikualifikasikan sebagai delik penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan kesempatan karena jabatan. Untuk itu Polda Sumsel diminta membentuk tim pencari fakta untuk melakukan penyelidikan sesuai dengan kewenangannya.

BACA JUGA :  Kecanduan Memakai Sabu, Dua ABG Gasak Aki Eskavator

“Yang kami sampaikan dalam orasi ini, salah satunya seperti korupsi di OKU Timur dan OKI, supaya beliau di situ tetap mengawasi di mana pemerintahan khususnya di daerah-daerah dari Polda agar pelaku korupsi tangkap,” ujar Salahudin.

Ke depan, beliau menuturkan akan terus mengawal kasus-kasus indikasi KKN, hingga tuntas. “Apabila tidak ditindaklanjuti oleh pihak Polda, kami dari Lidik Krimsus RI terus mengawasi dan terus kami tindaklanjuti sampai di Polda ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kompol Suparlan Kaur Anev Humas Polda Sumsel, di hadapan massa aksi mengatakan, apa yang disampaikan menjadi tuntutan massa aksi akan disampaikan kepimpinan, agar dapat di tindak lanjuti.

“Ini akan kami sampaikan ke pimpinan agar segera ditindaklanjuti. Manakala ditemukan bukti- bukti pendukung yang memenuhi syarat, agar dapat ditindaklanjuti. Rekan-rekan tidak perlu kawatir dengan Polda Sumsel,” jelas Kompol Suparlan.

Untuk pemberantasan indikasi-indikasi KKN diperlukan kerjasama, untuk dapat menghukum para pelaku korupsi. “Terimakasih, rekan- rekan selalu mengawasi pemerintah dalam hal menyalurkan uang negara, atau mengawasi perjalanan pembangunan di daerah masing-masing, terutama di Pemkab OKI, OKU dan OKU Timur, ” ujarnya singkat. (*)

 

Sumber: mediasriwijaya.com




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *