Ilustrasi

Oknum Kepsek SDN Di Kampar Diduga Beristeri Dua Tanpa Izin Pejabat Dan Isteri Pertama

Kampar, Infoindependen.com – Oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau menambah isteri muda yang lebih muda lagi dari isteri sah nya. Diduga Kepala Sekilah (Kepsek) menikah lagi (menambah isteri) tanpa izin pejabat yang berwenang dan isteri pertama nya, sebab atara Kepsek dan isteri mudanya cuma memegang surat nikah siri.

Pernikahan antara oknum Kepala sekolah (SDN) berinisial ARN (53) dengan FRA (30) (wanita pasangan nikah siri), bermula ARN membuat janji-janji manis ke FRA akan membelikan mobil pribadi, membelikan rumah, serta menjadikan FRA sebagai guru kontrak. Namun semua janji yang di ucapkan ARN tidak ada satupun yang terlaksana,” ungkap FRA kepada awak media ini dengan kesal.

Selain itu, ARN mengatakan, pada saat ingin menikahi FRA, bahwa istri pertamanya dalam keadaan sakit, sehingga istrinya tidak bisa berhubungan layak nya suami-istri,” terang FRA.

“Berselang beberapa bulan kemudian terjadilah pernikahan pada tanggal 4 Desember 2017, di Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, dengan tuan kadi nya Ustadz EP dengan dikeluarkannya surat keterangan Nikah Siri tanpa disaksikan keluarga dua belah pihak,” ujar FRA.

Berselang sepuluh bulan kemudian, tepatnya pada bulan Oktober 2018 FRA periksa ke dokter, ternyata FRA sudah hamil 1 (satu) bulan, ARN pun merasa bangga akan mempunyai momongan baru. Bahkan ARN sudah menyampaikan kepada kerabat dekatnya, bahwa dia akan mempunyai anak kecil dari istri keduanya, dan hubungan mereka berdua masih baik-baik saja,” katanya.

Awalnya normal-normal saja dalam berumah tangga, di bulan Maret 2019 ARN sudah mulai mengurangi pemberian nafkah dan di perkecil menjadiRp 800.000/ perbulan. Di bulan April dan Mei 2019 ARN tidak ada memberikan nafkah sama sekali kepada saya dengan alasan dana BOS (Bantuan Oprasional Sekolah) belum keluar,” terang FRA.

BACA JUGA :  Bupati Inhil Wardan Pimpin Apel Harlah Pancasila, "Pancasila Landasan Negara Kita, Jadikan Pedoman Hidup"

FRA meneruskan, kemudian 8 Mei 2019 kedua belah pihak berkumpul di Damai Langgeng, untuk membicarakan masalah ini di depan pengacara, Bismar Nst. Lalu ARN  berjanji akan membom semua perobatan persalinan dan juga biaya kebutuhan anak mereka kedepannya, sesuai dengan hasil kesepakatan kedua belah pihak, keputusan ini kami tunggu dengan jangka waktu 1 Minggu,” paparnya.

Setelah sepuluh hari kemudian tepatnya pada tanggal 17 Mei 2019 anak ARN yang lajang (dari isteri pertama) berinisial D datang menjumpai FRA di MTQ Jalan Jendral Sudirman. Kemudian menawarkan uang biaya persalinannya dan biaya adiknya sebesar Rp 20 juta yang diminta untuk kebutuhan semua (secara di bom) yang dianggap memenuhi janji, artinya setelah di serahkan dana yang 20 juta itu, maka putuslah hubungan antara ARN dengan FRA.

Karena merasa tidak pantas membicarakan masalah ini dengan anaknya, dan ini adalah tanggung jawab ARN, maka permintaan tersebut ditolak. Kemudian ARN berjanji lagi, nanti pada tanggal 20 Mei 2019 kita bicarakan kembali,” cerita FRA.

Setelah di tunggu-tunggu sampai tanggal 30 Mei 2019 belum juga ada kabar dari ARN, untuk itu, diduga ARN tidak ada menunjukkan itikad baiknya dalam menyelesaikan masalah ini,” tegas ARN kepada awak media ini, agar dimuat.

Untuk mendukung berimbangnya pemberitaan, awak media ini mencoba menghubungi ARN melalui telpon seluler (Hp) nya untuk komfirmasi. Diduga dengan adanya permasalahan ini, nomor ARN sudah tidak aktif lagi.

Disisi lain awak media ini berusaha mencoba mendapatkan informasi dari sumber berita, karena ARN tidak bisa di hubungi, lalu awak media mengkomfirmasikan kepada diduga anak ARN berinisial D yang pernah berusaha memberikan biaya Rp20 jt dan di tolak FRA melalui Whatshapp (WA) dan telpon selulernya.

BACA JUGA :  Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 73, Polsek Batang Cenaku Santuni Anak Yatim

Anak ARN dengan gesit membalas komfirmasi di awak media ini melalu Whatshapp (WA) dan telpon seluler nya dan menyampaikan kepada awak media ini, anda jangan sembarangan menyebarkan berita nggak bener ya… Saya tuntut anda nanti, apa kepentingan bapak disini?.,”  ujar D.

“Saya aja baru dengar berita ini pak, ada masalah. Anda bisa dituntut loh, terus mau bapak apa?. Itu berita bohong, menyebarkan berita bohong, anda kenapa? Mau anda apa sekarang ngurusin urusan rumah tangga orang. Nggak ada kerjaan lain anda?. Penyebaran berita bohong anda bisa dituntut,” katanya dengan nada tinggi.

Ketika awak media mempertanyakan terkait dengan bukti nikah, yang dilakukan ARN dan FRA yang di keluarkan Ustadz EP di tanggal 4 Desember 2017 di Kelurahan Air Dingin Pekanbaru, D anak ARN yang di duga sebagai bodigat ARN saat ini, mengatakan, bahwa surat itu tidak sah di hukum negara. Dan itu sudah selesai dengan FRA, karena FRA sudah di ceraikan ayah saya,” jelasnya.

Selain itu, D anak ARN sekaligus yang menjadi bodigat ARN saat ini mengatakan dalam WhatsApp nya, ketimbang kami memberikan uang sebesar 180 juta kepada FRA  lebih baik kami jebloskan dia kepanjara,” terang D.

Tidak sampai disitu saja, awak media juga mengkomfirmasikan kepada Kepala Bidang (Kabidz) Dinas Pendidikan SD, SMP Kabupaten Kampar, Nadang terkai oknum Kepsek yang menikah lagi (memiliki Isteri dua), Nadang mengatakan, yang pertama terimakasih atas informasi ini terkait ASN. Kedua kami lapor sama pimpinan dulu, Insyaallah habis hari raya kita tidak lanjuti.

Nadang menjelaskan, semoga hal ini tidak terjadi lagi terhadap ASN kita yang lain.  Untuk pemberitaan, jangan dulu, saya ada di Bagan Batu, nanti saya dah jumpa pak Kadis, baru kita kordinasi lagi, karena kalau lewat telpon ke pak Kadis kurang afdol,” jelas nya.

BACA JUGA :  Di Tahun 2021 Angka Stunting di Rohul Menurun Drastis

Senin tanggal 10/6/2019 pukul10:15 awak media menghubungi Nandang kembali melalui selulernya, lalu jawabnya oke pak terimakasih sudah diingatkan, beberapa jam kemudian Nandang menjelaskan lagi, bang tadi saya sudah diskusi dengan Kabid dan Sekretaris. Hasilnya diminta kepada Korwil membuat BAP atas oknum Kepala Sekolah SDN yang melanggar, hasilnya di sampaikan ke Dinas Pendidikan setelah itu diproses sesui prosedur.  Mungkin itu yg baru bisa saya sampaikan sama abang,” jelas Nandang. (DH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *