Pascasarjana UMA Berikan Pendidikan Hukum Terhadap Anak

Medan, infoindependen.com -Dosen Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA) memberikan pendidikan hukum di Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) terkait tindak pidana narkotika terhadap anak.

Kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2019. Dihadiri, Dr M Citra Ramadhan SH MH, Dr Marlina SH MHum dan Dr Isnaini SH MHum.

Dr M Citra Ramadhan SH MH menyebutkan, bahaya narkoba terhadap anak sudah dalam faseurgensi. Sehingga hal ini perlu dilaksakannya pendidikan hukum. Mengigat, permasalahan narkotika tidak  ada hentinya untuk dibahas, karena dapat menimbulkan kerusakan fisik, mental, emosi maupun sikap dalam masyarakat.

“Korbannya bahkan termasuk anak-anak dan banyak dari generasi muda, baik itu sebagai pengguna maupun sebagai kurir, “sebutnya.

Citra mengatakan, mengingat rendahnya kesadaran hukum terkait tindak pidana narkotika pada anak, yang berpotensi masuk tanpa terkecuali di Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung. “Maka sangat mendesak kiranya tim pengabdian kepada masyarakat magister hukum program PPs UMA, berupaya untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui pemberian pemahaman terkait isu ini.

“Penyampaian pendidikan hukum ini dilakukan dengan menuntun peserta agar berperan aktif dalam mengikuti kegiatan berlangsung, “jelasnya.

Dr M Citra Ramadhan SH MH memaparkan, materi pendidikan hukum yang diberikan, yakni,  pertama memberikan pemahaman terkait sanksi pidana narkotika terhadap anak.

“Anak sebagai pelaku dapat dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika (UU Narkotika). Sedangkan sebagai kurir dapat dijerat tergantung pada jenis narkotika yang dibawanya. Misalnya, untuk perantara dalam transaksi narkotika golongan I berdasarkan Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika, “paparnya.

Kedua, lanjutnya, memberikan pemahaman terkait penegakan hukum bagi anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika. Pada pelaksanaannya terdapat pengecualian. Untuk diketahui,  ancaman pidana penjara yang dapat dijatuhkan kepada anak paling lama setengah dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa.

BACA JUGA :  Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemakaman Alm.Kombes Pol Zulfikar Tarius

“Penegakan hukumnya harus didasarkan pada mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Sistem Peradilan Anak (UU Perlindungan Anak), yaitu, disebut dengan diversi, yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, “jabarnya.

Ketiga, tambahnya, memberikan pemahaman terkait pencegahan tindak pidana narkotika pada anak. Tips Mencegah Anak Menjadi Penyalahguna Narkotika, yaitu Pertama, membangun komunukasi pada anak. Kedua, pemberian cinta dan kasih sayang. Ketiga, secara spiritual. Keempat, pemupukan kepercayaan diri.

Dr M Citra Ramadhan SH MH menyebutkan, bagaimana mencegah anak menjadi kurir perdagangan narkotika, yaitu pertama, selektif dalam bergaul. kedua, jangan mudah percaya dengan tawaran gaji besar melalui kenalan di media sosial.

Ketiga, fokus pada hal-hal yang positif. Keempat, jangan takut kehilangan teman yang berperilaku negatif.

Lanjutnya, kelima, bentengi diri dengan menjaga keimanan. Keenam, periksa barang titipan dari teman atau orang lain di hadapannya dan jangan mau dititipi barang atau tas yang tidak diketahui isinya.

Ketujuh, selesaikan masalah dengan bantuan orang yang tepat. Kedelapan, selalu menjaga keterbukaan dan hubungan yang baik di tengah-tengah keluarga.     (Zahendra)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *