Peduli Kondisi Masyarakat Terdampak Banjir Kota Sorong, HMI Cabang Sorong Menyalurkan Bantuan Sosial

Sorong, infoindependen.com – Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat ditengah banjir kota Sorong, Provinsi Papua Barat Himpuanan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong menggelar aksi peduli dengan memberikan bantuan sosial berupa sembako, pakaian bekas layak pakai, bahan material (semen), dan uang santunan kepada sejumlah warga masyarakat yang terdampak sangat parah di kota sorong. Rabu, 29/07/2020.

Sebelumnya HMI Cabang Sorong telah melakukan aksi galang dana perduli banjir Kota Sorong selama sepekan terakhir, yakni dimulai sejak Sabtu,18 Juli 2020 lalu hingga Kamis, 23 Juli 2020. Aksi galang dana tersebut turut disumbang oleh warga/masyarakat Kota Sorong dengan spirit rakyat bantu rakyat.

Hasil penggalangan dana tersebut kemudian digunakan untuk pembelanjaan bahan pangan berupa sembako dan material bangunan yang berupa semen yang disalurkan seutuhnya kepada warga masyarakat yang terdampak sangat parah akibat banjir Kota Sorong.

Diketahui ada beberapa lokasi yang menjadi rujukan pembagian bantuan sosial HMI Cabang Sorong kepada masyarakat yang terdampak sangat parah, seperti berlokasi di komplek perumahan belakang GOR Jalan Baru Kota Sorong, Perum Malanu Kota Sorong dan kampung Bugis km. 10 Kelurahan Matalamege distrik Sorong Utara tepat dibawah galian C.

Zainudin Narwawan selaku kordinator lapangan dalam gerakan HMI Peduli itu mengatakan, pembagian sembako ini ditujukan untuk warga masyarakat yang terdampak sangat parah.

Ia juga mengatakan, karena kekuatan finansial yang terbatas mengingat bantuan yang diberikan berasal dari swadaya dan keikhlasan masyarakat sendiri tanpa ada bantuan dari pihak Pemerintah, sehingga bantuan yang diberikan ini sangat terbatas jumlahnya.

“Kami melihat, bahwasanya sampai hari ini belum ada sentuhan oleh Pemerintah setempat, maka dari itu kami dari HMI Cabang Sorong berinisiatif untuk turun ke jalan membantu meringankan beban masyarakat dengan memberikan bantuan sosial,” papar Zainudin.

BACA JUGA : 

Seperti bahan pangan berupa sembako berjumlah 33 paket untuk masyarakat yang sangat terdampak, kemudian bantuan matrial berupa semen untuk masyarakat yang rumah kediamanya terkena longsor dan mengalami kerusakan berat, dan uang santunan kepada pihak keluarga (korban jiwa) akibat banjir kemarin,” jelas Zainudin yang akrab disapa Zain saat dijumpai oleh awak media seusai pembagian bantuan sosial di Jl. Sungai Kalagisong RT 03/RW 02, km. 10 Kel. Matalamege distrik Sorong Utara.

Zain juga melontarkan kerikitan keras kepada Pemerintah, agar dapat melihat persoalan ini dengan jeli, ia menilai salah satu akibat banjir yang terus terjadi ini salah satunya di sebabkan karena pengelolaan sampah yang sembarangan.

“Jelas, bahwa Perda Kota Sorong Nomor 15 Tahun 2013 tentang sampah itu sudah ada, namun kami mengamati dan melihat Perda tersebut tidak diterapkan secara optimal, sehingga banjir ini terus terjadi karena pengelolaan sampah yang tidak benar,” Pungkasnya.

Mamah Stenli Iek, seorang penerima bantuan sembako di Jl. Sungai Kalagisong RT 03/RW 02, km. 10 Kel. Matalamege Distrik Sorong Utara memberikan ucapan terimakasih terdalam kepada semua masyarakat dan khususnya HMI Cabang Sorong atas gerakan empatinya terhadap warga yang saat ini sangat terdampak banjir Kota Sorong dan membutuhkan uluran tangan dari semua pihak untuk melihat persoalan ini sebagai problem sosial.

Mamah Stenli Iek juga menyampaikan, semoga kedepannya tidak seperti ini lagi, mudah-mudahan Pemerintah Kota secepat mungkin memperhatikan kami, kususnya warga yang bermukim tepat dibawah proyek galian C ini. Karena kami sudah tumbuh besar disini sejak lama, sebelum adanya proyek ini kami hidup aman-aman saja, namun setelah proyek ini berjalan kami mulai merasakan dampaknya.

BACA JUGA :  HUT PDI Perjuangan ke 48, Majelis Taklim DPC PDIP Kota Medan Ucapkan Selamat

“Hingga kemarin, rumah kami hampir tenggelam, bukan karena air saja, tapi melainkan kiriman pasir lumpur dari atas lokasi proyek galian C. Untuk itu kami sangat berharap kepada Pemerintah Kota agar dapat melihat dengan hati kondisi kami.” harap Mamah Stenli Iek sebagai tokoh perempuan dan masyarakat. (Suhaida)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *