Foto: Suasana RDP Komisi IV DPRD Medan membahas soal bangunan De'Glass Residence, Selasa (11/2).

Pembangunan De’Glass Residence Medan Telah Sesuai Ketentuan

Medan, infoindependen.com – Komisi IV DPRD Medan menyimpulkan bangunan De’Glass Residences yang terletak di Jalan Gelas, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) yang sempat menimbulkan polemik sejak dibangun 2017 lalu, tidak ada masalah. Bangunan tersebut sudah sesuai prosedur.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Penanaman Modal dan Perizinan  Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Medan, Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, dan Direktur De’Glass Residences, Devi Marlin, di ruang rapat Komisi IV, Selasa (11/2).

Dalam rapat, Paul sempat mempertanyakan kerusakan apa yang ditimbulkan saat pembangunan apartemen De’Glass berlangsung, sebagaimana yang dikeluhkan warga.

Namun setelah mendengar penjelasan dari pihak pengembang dan pihak berwenang di Pemko Medan, tidak menemukan masalah seperti yang dilaporkan warga.

“Berapa rumah yang rusak? Kalau ada yang rusak, saya lihat ada itikad baik dari pengembang untuk memperbaiki. Kita dengar penjelasan pihak terkait, semua tidak ada masalah dan berjalan sesuai aturan, “sebut Paul.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Medan, Hendra DS berharap kepada seluruh masyarakat dan Pemko Medan agar mengkaji lebih dahulu bangunan yang akan dibangun para investor di kota ini.

“Kalau ada investor yang mau berinvestasi, jangan diprovokatori. Setiap permohonan pembangunan yang masuk, kita kaji lagi lebih dalam sebelum diberikan izin membangun, sehingga tidak ada yang dirugikan, “sarannya.

Senada dengan itu, anggota Komisi IV lainnya, M. Rizki Nugraha berharap peristiwa keberatan masyarakat atas bangunan De’Glass Residences tidak menghambat para investor yang ingin berinvestasi di kota ini.

BACA JUGA :  Polres Samosir Ungkap 8 Kasus Judi dan Sidik Praktik Prostitusi

“Kalau berinvestasi di Kota Medan mengikuti aturan yang berlaku, saya rasa tidak perlu dihalang-halangi. Dan pembangunan di kota ini secara tidak langsung dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, “ujarnya.

Sebelumnya, Direktur De’Glass Residences, Devi Marlin memaparkan, bahwa ada itikad baik dari pihaknya untuk memperbaiki seluruh kerusakan rumah warga saat proses pembangunan berlangsung, seperti yang dikeluhkan masyarakat baik di media maupun dalam laporan di Komisi IV DPRD Medan.

Namun dikarenakan pihak yang keberatan (masyarakat) sulit untuk dijalin komunikasi, akhirnya niat baik tersebut tidak menemukan titik temu.

Perwakilan Dinas PMPTSP Kota Medan, Jhon Lase menjelaskan, sejak 2018, pihaknya sudah mengeluarkan izin bangunan apartemen tersebut atas nama Abdul Muis.

“Setahu kami permasalahan De’Glass Residences tetap dengan pak Silaen (warga yang keberatan). Tapi semua persyaratan mereka (De’Glass Residences) untuk membangun apartemen ini sudah terpenuhi, “jelasnya.

Perwakilan Dinas PKPPR Kota Medan, Cahyadi, memperkuat pernyataan perwakilan Dinas PMPTSP. Dimana ia mengatakan, permasalahan antara masyarakat yang keberatan dengan manajemen De’Glass Residences sudah sejak lama.

“Dari segi perizinan dan tata ruang tidak ada masalah. Semua syarat terpenuhi, Amdal lalin dan Amdal lingkungannya ada. Jadi tidak ada alasan kami untuk memberhentikan bangunan ini, “tegasnya.     (Supardi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *