Ket. Foto : Alat berat tampak menggerus material Sei Seruai Kecamatan Birubiru ditindak otoritas kecamatan, tidak membuatnya jera. Aktifitasnya tetap berjalan sampai Selasa, (28/4/2020). (ist)

Pengusaha Galian C Biru-biru Langsung Kuras Material Sungai 

Birubiru, infoindependen.com – Meski Pengusaha tambang jenis C (Galian C) berinisial AB, yang menggerus material Sei Seruai Kecamatan Birubiru ditindak otoritas kecamatan, tidak membuatnya jera. Aktifitasnya tetap berjalan sampai Selasa, (28/4/2020).

Demikian juga saat pihak aparat kepolisian setempat turun ke lokasi, tidak membuat pengusaha menghentikan kegiatannya.Kabar dari warga setempat mengatakan, pengusaha ini menyebut nama oknum berseragam di belakang usahanya.

Informasi yang diperoleh di kantor camat Birubiru, kemarin mengatakan, pihak kecamatan pernah mengeluarkan Surat nomor 503/207 tertanggal 17 Juni 2019 untuk penyetopan usaha galian C oknum AB di Desa Tanjung Sena Kecamatan Birubiru. “Warga desa keberatan dengan operasional galian C,selain ruas jalan gampang hancur areal pertanian juga terganggu. Pihak kecamatan menerbitkan surat itu,” ujar sumber di kantor kecamatan.

Saat ini pengusaha ini tetap beroperasi, tanpa larangan meski diketahui ijinnya tidak ada. Aktifitas serupa di Desa Namo Punti Kecamatan Birubiru, dilakukan di badan sungai menggunakan alat berat. “Berkali-kali aparat terkait melakukan peninjauan di lokasi, namun operasionalnya tanpa kendala,” ujarnya.

Alat berat penguasaha tersebut terang-terangan merusak Daerah Aliras Sungai (DAS) Sei Seruai. Jumat lalu aparat kepolisian setempat turun ke lokasi dan menemukan alat berat tersebut namun karyawannya tampaknya tidak kapok. “Ketika polisi datang operator alat berat dan teman-temannya melarikan diri,setelah itu bekerja lagi,“ ujar saksi mata, kepada media.

Saksi mata ini menyebutkan, aktifitas Galian C tersebut terkesan kebal hukum. Meski telah diingatkan warga desa kerusakan perkebunan akibat alat beratnya, namun tidak mengurangi keraguannya melanggar garis sepadan DAS. Bahkan kini, tanaman warga kena imbasnya tetapi pengerukan bahan-bahan material di sungai tetap berlangsung.

DAS yang dikuras oleh pengusaha galian C tersebut kini telah mencapai ratusan meter. Order material sungai itu diangkut truk bertonase raksasa ke berbagai daerah. “Puluhan truk setiap hari material sungai dikeruk dan tidak ada pengawasan dari penguasa terkait,” ujar warga setempat. (tim)

BACA JUGA :  Kapolda : Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar High Explosive



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *