Polisi Bekuk Penculik Anak Berkebutuhan Khusus Di Sunter

Jakarta, infoindependen.com – Penyidik Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial PBA (39) lantaran menculik dan melakukan kekerasan seksual terhadap seorang anak berkebutuhan khusus berinisial A (15) di Sunter, Jakarta Utara.

“Ini perbuatan bejat, yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus.

Ia menjelaskan, kasus penculikan dan kekerasan seksual ini terungkap dari laporan Polisi ke Polda Metro Jaya pada tanggal 24 September 2020. Pelapor adalah keluarga korban yang dalam laporannya menjelaskan, bahwa A hilang sejak 8 Septermber 2020 lalu.

“Korban ini hilang sejak 8 September 2020, baru dilaporkan pada 24 September 2020, pelapornya adalah (RK) keluarga dari korban yang melapor ke Polda Metro Jaya,” sambungnya.

Atas laporan tersebut, Polda Metro Jaya kemudian menggelar penyelidikan di lokasi terakhir korban terlihat yang di sektar Danau Sunter. Tim kemudian memeriksa sejumlah saksi dan CCTV di sekitar lokasi anak ini biasanya berada.

”Dari CCTV ditemukan. bahwa korban dibawa kabur oleh seseorang dan dilakukan pendalaman dan pengejaran, sampai tanggal 30 September 2020 kita berhasil mengamankan korban dan tersangka di daerah Jombang, Jawa Timur di indekos tersangka,” kata Kombes. Pol. Drs. Yusri Yunus.

Polisi kemudian membawa korban dan tersangka kembali ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka serta visum terhadap korban. Saat diperiksa, tersangka PBA mengakui telah menyetubuhi dan membawa kabur korban.

Korban juga diketahui baru mengenal pelaku selama satu bulan dan cara pelaku untuk mengelabui korban yang kebutuhan khusus ini adalah dengan mendatangi korban yang tengah duduk sendirian di sekitar Danau Sunter.

Tersangka PBA kemudian mengiming-imingi korban dengan tawaran pekerjaan sebagai pembantu dan memberikan uang Rp 50.000 agar korban mau dibawa pergi oleh tersangka.

BACA JUGA :  Dit Resnarkoba Polda Kepri Berhasil Amankan Tiga Orang Tersangaka Tindak Pidana Narkotika

Tersangka dikenakan UU Nomor 35 tahun 2014, Pasal 76D, 76D dan 76F tentang perlindungan anak dengan ancaman paling kecil 5 tahun penjara, paling lama 15 tahun, Pasal berlapis 330 KUHP dan 332 KUHP ancamannya kurang lebih 10 tahun penjara. (Red)

 

 

Sumber: PoldaMetroJaya