Polres Karimun Serahkan Buaya Hasil Tangkapan PT KMS Ke BKSDA Kepri

Tanjungbalai Karimun, InfoIndependen.com – Seekor anak buaya berukuran dua koma lima meter yang ditangkap pekerja PT KMS Desa Parit Benut, Kecamatan Meral Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau(Kepri) langsung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kepri.

Penyerahan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan didampingi Staf BKSDA Kepri, Purwanto di Mapolres Karimun pada Jumat (18/12/2020) sore. Setelah pada Rabu (16/12) yang lalu  ditangkap oleh pekerja PT KMS di muara pinggir laut.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, S.IK menjelaskan, Bhabinkamtibmas di Desa Parit Benut Kecamatan Meral mendapatkan informasi adanya keluhan masyarakat tentang adanya buaya yang berkeliaran di PT KMS di Muara pinggir laut. Jadi, dilakukan upaya untuk perangkap buaya tersebut,” ucap Kapolres Karimun.

Menurut Kapolres, sebelumnya ada informasi terkait adanya anjing disana yang dimangsa buaya, anjingkan mengongong terus karena buaya ini masuk ke dalam.

“Nah, kemarin Bhabinkamtibmas mendapatkan informasi, selanjutnya dari PT KMS  dan karyawannya melakukan perangkap,” tuturnya.

Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan mengatakan, hari Rabu nya kemarin, pada saat melakukan kegiatan pengamanan Rekapitulasi KPU mendapatkan informasi adanya buaya yang panjangnya 2,5 meter.

Masih kata Kapolres, selanjutnya berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kemudian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Kepri, di Karimun ini tidak ada tempat penangkaran buaya adanya di Batam,” kata Adenan.

‘Kami berkoordinasi dengan BKSDA Kepri yang hari ini baru sampai di Karimun pukul 15:00 WIB, dan rencananya hari ini akan diberikan kepada BKSDA Kepri, supaya dilakukan tempat seharusnya agar tidak berkeliaran di Karimun,” ungkap Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan.

Ketika ditanyakan tentang masih adanya lagi buaya di PT KMS tersebut, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan menjelaskan , “kita akan pasang perangkap lagi, nanti kalo dapat lagi, ya bapak ini datang lagi untuk mengambilnya,” tuturnya.

BACA JUGA :  Walikota Pekanbaru Pantau Razia Masker

Menangapi hal itu, Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati.

“Kalo memang ada informasi, silahkan untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek setempat agar dilakukan upaya dalam menjaga hal-hal yang merugikan masyarakat, nelayan maupun karyawan disekitar PT. KMS,” ungkap Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan.

Sementara itu, Staf BKSDA Kepri, Purwanto mengatakan, bahwa dari datanya yang baru maksimal buaya disini bobotnya lebih kurang 500 kilogram paling panjang, cuma kalo yang ini masih kecil cuma 2,5 meter.

Ia menjelaskan, bahwa BKSDA Kepri adalah bagian dari tugas pokok dan fungsi untuk mengkonservasi satwa dilindungi dan kemudian melindungi,” ujarnya.

“Untuk buaya yang saat ini ada, akan kita tempatkan di penangkaran. Sebenarnya tindakan yang seharusnya dilakukan, harusnya dilepaskan ke habitat alamnya,” kata dia.

Cuma, habitat alam di Kepulauan Riau ini kurang bagus untuk dilepaskan. Makanya ada opsi untuk dimasukkan ke dalam penangkaran di Pulau Batam,” tambahnya.

Staf BKSDA Kepri Purwanto juga menjelaskan bahwa, jika di  pemerintah daerah memiliki gangguan konflik, kami punya klik respon di Kementerian Lingkungan Hidup khususnya Balai Besar KSDA.co.id. “Nah, itu nanti akan dikonfirmasikan dan kami segera melakukan tindakan,” tuturnya.

Saat diserahkan pekerja PT KMS, kondisi buaya tersebut dalam keadaan sehat. Sedangkan untuk umur hewan tersebut masih anaknya,” pungkasnya. (James N)