Polresta Depok Ringkus Ibu Angkat Penganiaya Anak Saat Mau Kabur Ke Yogyakarta

Jakarta, Infoindependen.com – Tim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Depok, berhasil meringkus penganiaya bocah berusia sebelas tahun yang berinisial SA. Pelakunya tak lain adalah ibu angkat korban. Ia dibekuk saat akan kabur ke Yogyakarta.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengungkapkan, tersangka pelaku bernama Siti Nur Sekha alias Tika dibekuk di dekat pintu keluar Tol Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (30/5/2019) dini hari. Polisi juga menangkap Ucok, sang suami, dan rekannya yang bernama Vivi.

Setelah menganiaya korban sampai fotonya viral di media sosial, Tika kabur bersama sang suami dengan tujuan Yogyakarta. Didapatkan informasi bahwa pada Rabu siang, Tika memesan tiket bus. Mereka hendak bertolak ke luar kota dengan jurusan Terminal Semin, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

“Kemudian Unit PPA, Unit Jatanras Polresta Depok, dan Reskrim Polsek Limo sebagai back up di wilayah kontrakan pelaku dan rumah ibu pelaku serta berkoordinasi dengan agen bus Rosalia Indah untuk mendapatkan nomor polisi bus dan data penumpang,” kata Kompol Deddy.

Dari hasil penelusuran itu didapati ada tiga orang penumpang menggunakan nama samaran, yakni Safran, Vi, dan Indah. Mereka ditangkap berdasarkan ciri-ciri fisik yang sama dengan ciri-ciri orang yang dicari polisi. “Mereka kami ringkus di dekat pintu keluar Tol Fatmawati,” kata Kompol Deddy.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Tika melakukan aksi kejinya seorang diri. Ia mengguyur korbannya menggunakan air panas hingga akhirnya sebagaian wajah, tangan, paha hingga punggung bocah malang itu melepuh.

“Pelaku sengaja memasak air panas di panci dan korban disuruh masuk kamar mandi. Saat itu korban disuruh jongkok di dekat WC kemudian disuruh menjulurkan tangannya yang kemudian disiramkan air panas dengan gayung,” kata Kompol Deddy.

BACA JUGA :  Polsek Bantargebang Tangkap Perampok Bercelurit Masih Di Bawah Umur

“Pelaku menyiramkan air panas kembali dari atas kepala korban dan ke paha kanan korban. Ia melakukan perbuatan tersebut seorang diri di rumah kontrakan di kawasan Gandul, Depok.” pungkasnya. (Rls)

Sumber: PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *