Ket foto : Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin

Prospek Ekonomi Kian Suram, Emas jadi Instrumen Alat Lindung Nilai

Medan, infoindependen.com – Siapa yang berinvestasi di emas, soalnya harga emas dunia sekarang mencapai 1.714 dolar Amerika Serikat per ons troy. Kenaikan harga emas seiring kekuatiran akan adanya kemungkinan resesi ekonomi. Sejumlah Bank Sentral khususnya The Fed akan menggelontorkan stimulus.

Di saat prospek ekonomi kian suram, emas berpeluang menjadi instrumen sebagai alat lindung nilai,” ungkap pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin menjawab wartawan di Medan, Kamis (16/4/2020).

Tak heran,dalam satu hari perdagangan emas dunia sempat meroket hingga menyentuh level 1.731 dolar AS per ons troynya. Namun kondisi tersebut tidak bertahan lama, diduga aksi profit taking mewarnai pergerakan harga emas. Itu terjadi setelah IMF memberikan pema paran kemungkinan prediksi ekonomi global memburuk.

Tak tanggung, IMF awal tahun sempat memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3.3%. Namun, saat ini justru merubah ekspektasinya menjadi turun 3%. Jika skenario tersebut terjadi, banyak negara membutuhkan talangan dana dari IMF sebagai jalan keluar.

“Jika dana tersebut mengalir, maka pasar keuangan dunia akan dibanjiri US Dolar.Karena US Dolar memiliki peredaran besar, membuat mata uang Paman Sam itu menjadi kurang menarik,” ujar Benjamin.

Itu sebabnya safe haven saat ini masih di pegang oleh emas dan US Dolar. Jika salah satunya mengalami penurunan, maka potensi lain akan mengalami kenaikan. Begitu hukum ekonominya sejauh ini.

Jika dikonversi ke rupiah, pada dasarnya harga emas dunia tidak jauh berbeda dari harga sepekan sebe lum nya. Harga emas saat ini berada di kisaran 865 ribu per gram. Justru lebih kecil dibandingkan harga emas dalam rupiah di pekan lalu di level Rp 880 ribu per gram. Penguatan nilai tukar rupiah saat ini menjadi pemicu me nurunnya harga emas murni lokal. Rupiah sempat di Rp 16 ribuan, saat ini Rp15.600 an/dolar AS.

BACA JUGA :  Surat Gubernur, Kok Tak Digubris?

“Tetapi apakah masyarakat berani membeli emas saat ini?. Saya yakin masyarakat berpikir banyak sebelum memutuskannya. Perkembangan covid 19 mulai mereda, sehingga berpeluang menekan harga emas. Disisi lain, IMF justru memiliki skenario terburuk kalau dunia akan depresi besar,” kata Benjamin seraya memprediksikan emas masih berpeluang menguat.(Esal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *