Puluhan Kades Berserta Camat Kampar Kiri Hulu Pelesiran Ke Batam, Diduga Tidak Punya SPT

Kampar, infoindependen,com – Puluhan Kepala Desa Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau serta Camat tampak duduk bersama saat menunggu hidangan makan siang di salah satu restoran Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu 27/7/2019.

Dari ke delapan orang yang duduk di meja hidangan restoran tersebut, tujuh diantaranya Kepala Desa (Kades) dan satu orang Camat Kampar Kiri Hulu (H. Dasril).

Ketujuh Kepala Desa tersebut diantaranya, yaitu, kepala Desa Dua Sepakat, Kepala Desa Kota Lama, Kepala Desa Tanjung Belit, Kepala Desa Tanjung Belit Selatan, Kepala Desa Gajah Bertelut, Kepala Desa Deras Tajak, Kepala Desa Batu Sasak, Kepala Desa Aur Kuning, Kepala Desa Pangkalan Serai dan ada beberapa kades lagi.

Menurut informasi yang dirangkum dari narasumber yang tidak mau di tulis namanya mengatakan, bahwa kunjungan kesepuluh  Kepala Desa dan Camat itu ke Batam, diduga tidak mengantongi SPT.

Selain daripada itu, anggaran biaya perjalanan mereka patut di pertanyakan dari mana sumber dananya,” ucap narasumber.

Dimana penyelenggara pengguna anggaran dana desa di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, tidak ada ketranparansi terhadap masyarakat, bahkan sangat jarang Kades yang membuat info grafik anggaran DD dan ADD, dan juga tidak membuat laporan papan informasi kegiatan.

Lanjut narasuber, setelah pelaksanaan pembangunan selesai, tidak ada di temukan batu prasastinya. Sementara ketiga poin ini adalah syarat untuk mendapatkan SPJ selanjutnya. Sehingga masyarakat banyak yang menduga – duga, bahwa Kepala Desa telah menggelapkan Dana Desa (DD).

Selanjutnya awak media mengkonfirmasi dan mengkelarifikasi kepada Camat Kampar Kiri Hulu (H. Dasril) terkait dengan setatus perjalanan sepuluh Kades/ Wali Desa ke Batam, dan dari mana sumber dananya, kemudian dalam rangka apa?

BACA JUGA :  Sambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H, Polsek Helvetia Berikan Makanan Tambahan

Untuk itu, Camat Kampar Kiri Hulu menjelaskan, bahwa, masalah perjalanan kami ke Kota Batam itu adalah urusan pribadi, dan untuk masalah anggaran dana (biaya) perjalanan semuanya uang pribadi.

“Dan kami wajar, sekali – sekali liburan, karena kami perlu refreshing. Sebab, kami baru selesai mengadakan acara MTQ di Kecamatan,” terangnya.

Seterusnya awak media mengkonfirmasikan beberapa Kepala Desa yang ikut melakukan pelesiran ke Batam melalui selulernya. Namun beberapa Kades bungkam (tidak mau menjawab). Dan kemudian melalui pesan singakat, namun tidak mau balas (jawab). (DH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *