Satgas Anti Mafia Bola Jilid 2 Akan Memeriksa Kasus Yang Sampai Saat Ini Masih Belum Terselesaikan

Jakarat, infoindependen.com – Ditengah rilis berita lain, kepada awak media, Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memberikan keterangan perkembangan lanjutan dari kasus mafia bola. Untuk Satgas anti mafia bola jilid 2 nanti akan memeriksa kembali atau menyelesaikan dua kasus yang sampai saat ini masih belum terselesaikan yaitu 1 atas nama tersangka berinisial H belum bisa diproses secara tuntas, karena yang bersangkutan dari sisi kesehatan tidak memungkinkan yang bersangkutan saat ini menderita kanker stadium 4 (empat) dan sudah diminta second opinion di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, dan sampai saat ini masih menunggu hasilnya, Senin (12/08/19).

Kemudian yang kedua untuk SW sudah turun P19 dari Kejaksaan, dan ada beberapa catatan-catatan harus diperbaiki oleh penyidik. Karo Penmas menegaskan, itu harus dituntaskan, oleh karenanya Satgas ini sesuai dengan aspirasi dan banyak masukan dari masyarakat yang menginginkan proses pelaksanaan Liga 1 yang akan digelar di 13 daerah itu tetap harus dikontrol oleh Satgas, guna menghindari dan memitigasi jangan sampai kejadian yang sudah diungkap di tahun 2018 dan di awal tahun 2019 terulang lagi, sehingga kualitas pesepakbola Indonesia itu betul-betul bisa terjaga di Liga 1 ini.

Maka dari Satgas pusat membentuk Satgas daerah ada 13 yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Lampung, Papua, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan DIY.

Subsatgas daerah ini, hari Rabu besok akan diundang ke Jakarta untuk dikumpulkan oleh Kasatgas Brigjen Pol Hendro Pandowo untuk di briefing, serta bekerjasama dengan panitia penyelenggara, komisi disiplin PSSI dan pihak terkait untuk sama-sama mengontrol perangkat pertandingan wasit 1, wasit 2, wasit 3, kemudian pengawas 1, dan 2 harus betul-betul dikontrol serta club bola. “Baik pelatih maupun pemain untuk memastikan pelaksanaan Liga 13 Provinsi ini atau daerah ini betul-betul bebas dari match fixing, sehingga outputnya diharapkan persepakbolaan Indonesia ini betul-betul bisa meningkat prestasinya, ‘ujar Dedi’.

BACA JUGA :  11 Pengajuan Restorative Justice Disetujui Oleh JAM-Pidum

Sumber: BiroPIDHumasPolri/drf




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *