Selama Tiga Bulan Polresta Bandara Soekarno-Hatta Ungkap 26 Kasus Narkoba Dan Menangkap 28 Tersangka

Jakarta, Infoindependen.com – Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang berhasil mengungkap 26 kasus kejahatan narkoba dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Dari pengungkapan 26 kasus itu, petugas mengamankan 28 tersangka. Empat orang tersangka diketahui merupakan warga negara Afrika Selatan, Nigeria, Gambia, dan Pantai Gading.

“Sejak April dan Mei, ada beberapa kasus yang diungkap, baik berdasarkan hasil penyelidikan kePolisian, dan bekerja sama dengan Bea Cukai, Avsec, dan Kantor Pos,” ujar Kapolresta Bandara Soetta Kombes Pol Victor Togi Tambunan, saat konferensi pers, Kamis (4/7/2019).

Secara keseluruhan, sejak April hingga Juni, kata Kapolresta Bandara Soetta, terdapat 26 kasus yang diungkap dengan 28 tersangka. Dari 28 tersangka itu empat orang merupakan warga negara asing.

“Dari kasus yang diungkap itu, beberapa di antaranya dikirim menuju Bali, dan Bima, NTB. Di luar itu, perkara yang diungkap berada di wilayah hukum bandara dan luar Bandara Soetta,” ujar Kapolres.

Rata-rata penyelundupan narkoba selama periode tiga bulan terakhir itu menggunakan modus operandi lama. Seperti pakai pos, maupun ditelan langsung.

“Tidak ada modus baru, beberapa dengan cara menelan, memasukkannya ke dalam kemasan kopi, bambu yang menyerupai kandang burung, dan lainnya. Modus lama yang masih digunakan,” jelas Kapolres.

Adapun barang bukti yang disita dari penangkapan itu, yakni, sabu seberat 4,4 kg, ketamin sebanyak 1,188 gram, tembakau sintesis sebanyak 43 gram, dan ganja kering siap pakai seberat 776 gram. Barang bukti hasil tangkapan yang disita itu kemudian dimusnahkan secara langsung oleh petugas kePolisian, disaksikan puluhan pelaku dan Kejaksaan.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari bulan Maret, April, dan Mei. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban pelakasanaan tugas dan memastikan barang bukti ini tidak dapat diedarkan lagi,” bebernya.

BACA JUGA :  Pengendara Sepeda Motor Tewas Tertabrak Truk Trailer Di Koja

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Bandara Soetta, Kompol Arief Ardiansyah mengatakan, dari puluhan mengungkapan kasus itu, ganja yang menarik perhatian.

“Jadi, ganja ini dikirim dari Sumatera Utara dan transitnya melalui Bandara Soetta. Tujuan pengirimannya Denpasar, penerima paket warga Negara di Bali berinisial RA,” ungkap Kompol Arief.

Ganja dikirim dari Medan dengan menggunakan regulated agent AP2 Cargo Bandara Soetta. Petugas lalu melakukan pengembangan menuju Bali.

“Jadi, paket berisi ganja ini dikirimnya ke kantor Pos. Lalu diambil oleh pelaku RA. Untuk pasarnya sendiri, saya tidak bisa memberikan keterangan, apakah untuk turis atau masyarakat biasa,” tukas Kompol Arief.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat 2 Pasal 113 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, dan Pasal 196 dan 197 UU Nomor 5/1997 tentang Kesehatan.

“Ancaman hukumannya, paling singkat 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Para tersangka ini merupakan jaringan yang sudah lama beroperasi,” pungkasnya. (Rls)

 

Sumber: PUSKOMINFO, BID HUMAS PMJ

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *