Foto : Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Medan, Sonya Kadarmanik.(ist)

Sonya Kadarmanik : Untuk Hindari Investasi Bodong, Perhatikan Legalitas Perusahaan

Medan, infoindependen.com – Branch Manager PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Cabang Medan, Sonya Kadarmanik mengimbau masyarakat luas agar memperhatikan dengan cermat legalitas dari suatu perusahaan yang menawarkan investasi. Dengan begitu, masyarakat tidak menjadi korban dan terhindar dari jeratan investasi bodong yang saat ini kian marak.

“Aspek legalitas harus dimiliki perusahaan investasi yang ingin menawarkan jasa investasi kepada masyarakat. Masyarakat atau calon nasabah harus jeli terhadap legalitas perusahaan itu, apakah terdaftar pada otoritas terkait atau tidak, seperti terdaftar pada Bappebti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), kalau itu perusahaan investasi di bidang perdagangan berjangka komoditi,” terang Branch Manager PT. RFB Cabang Medan, Sonya Kadarmanik dalam bincang-bincang dengan awak media di Medan, Kamis (13/2/2020).

Menurut Sonya, masyarakat atau calon nasabah sering kali mengabaikan aspek legalitas dari suatu perusahaan yang ingin merekrutnya menjadi nasabah perusahaan itu. Masyarakat lebih suka mendengar tawaran janji profit tinggi yang dapat diterima dibandingkan melihat keabsahan dari perusahaan tersebut.

“Iming-iming akan keuntungan atau profit tinggi inilah yang sering membuat masyarakat terjebak kepada kasus investasi bodong itu. Masyarakat menderita kerugian dengan nilai yang besar, karena dana yang disetor kepada perusahaan investasi bodong tersebut juga besar dan hangus begitu saja tanpa dapat kembali, ”ujar Sonya.

Suatu perusahaan investasi yang terdaftar pada otoritas terkait, menurut Sonya, wajib menjelaskan risiko yang akan dihadapi masyarakat dalam berinvestasi dan tidak memberikan janji yang muluk-muluk.

“Kami, selaku perusahaan komoditi berjangka (PT Rifan Financindo Berjangka), selalu memberikan penjelasan kepada calon investasi mengenai risiko yang kemungkinan terjadi dalam berinvestasi. Kami selalu menanyakan kesiapan calon investor dalam menghadapi risiko tersebut. Dan kami selalu menjelaskan bahwa PT Rifan Financindo Berjangka merupakan perusahaan yang terdaftar dalam Bappebti, ”tegasnya.

BACA JUGA :  Harapan Siswi Adinda, Sekolah Tatap Muka Kembali Setelah Mendapat Vaksin Dosis 2 Dari TNI AL Lantamal I

Pihaknya, kata Sonya, tidak serta merta menerima begitu saja calon nasabah tanpa memberikan edukasi terlebih dahulu, sampai si calon nasabah itu benar-benar paham terhadap kemungkinan risiko dan keuntungan yang bakal diperolehnya dengan menjadi nasabah di PT RFB.

Sonya mengakui, adanya kasus investasi bodong tersebut sangat berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan investasi yang terdaftar pada otoritas terkait atau perusahaan legal.

“Kami turut menjadi korban dari investasi bodong itu juga. Kami jadi butuh waktu lebih lama untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang produk yang kami tawarkan, agar masyarakat percaya bahwa kami merupakan perusahaan yang legal, ”ujarnya.

Sonya berharap, ke depannya, kasus investasi bodong di Medan dapat dihilangkan, seiring dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai legalitas perusahaan yang menawarkan investasi.

“Sebagai perusahaan terdaftar di Bappebti, kami terus melakukan edukasi dan pemahaman agar masyara terhindar dari jeratan kasus investasi bodong. Ini merupakan sosialisasi yang terus kami lakukan, tentu dengan dukungan dari teman-teman media, ”sebut Sonya.     (Jal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *