Syahrul Anggota DPRD Padang Pariaman Minta Aparat Penegak Hukum Sikat Oknum Perangkat NagariI Yang Pungli Pada Masyarakat

Pariaman, Infoindependen.com – Pungutan liar yang dilakukan oleh oknum perangkat Nagari di sebuah jorong Teluk Mundam, Nagari Ketaping ke Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar) beberapa bulan belakang ini sungguh meresahkan masyarakat.

Tindakan yang dilakukan oleh sekelompok perangkat Nagari dan pemuka masyarakat untuk memaksa meminta uang yang cukup besar kepada masyarakat setempat, itu sudah melanggar aturan dan harus aparat hukum segera mengambil tindakan dan diproses siapa yang terlibat langsung.

Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Syahrul Dt. Lung ketika dimintai pendapatnya tentang masalah pungutan liar ini di kantor DPRD, Rabu (18/9?2019) dengan tegas mengatakan, sangat kecewa dengan prilaku buruk yang dilakukan oleh oknum perangkat Nagari yang di duga meminta uang pada masyarakat berkisar delapan ratus ribu hingga satu juta rupiah, apabila penduduk berasal dari luar daerah.

Pemungutan dana tidak sah ini ,ungkap Syahrul Dt.Lung yang juga ketua Partai Golkar memang sudah diluar batas. Bagi masyarakat yang hendak membawa batu kerikil atau semen dan lainnya untuk membangun rumah atau kedai minuman milik pribadi selalu di kutip dan bahkan sudah banyak masyarakat yang datang menemui saya untuk mengadukan persoalan pungutan liar,” ungkapnya.

“Terus terang, saya tidak kan takut dan gentar untuk menghadapi para oknum yang dengan sengaja memeras uang rakyat. Dan kepada aparat penegak hukum Kepolisian serta pihak Kejaksaan sudah tepat saatnya untuk menyelidiki kasus yang melilit rakyat kecil di Nagari Ketaping, ungkap Syahrul Dt. Lung.

Polisi dan Jaksa harus tegas, siapa yang salah dan melanggar hukum harus di sikat dan jangan ada lagi tebang pilih ,” singkat Dt. Lung. (NLL)

BACA JUGA :  Pelaku Vandalisme Masjid Ditangkap Saat Hendak Mengulang Aksinya Di Lebak Bulus



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *