Terekam CCTV, Seorang Maling Alat Pengukur Suhu Badan Ditangkap Polisi di Scorpio KTV

Medan,infoindependen.com -Tekab Polsek Medan Baru hentikan pelarian seorang pelaku komplotan pencurian alat pengukur suhu badan. Personel Tekab Polsek Medan Baru berhasil menangkap Fahrizal Ardilah alias Black (30) saat nyanyi di Scorpio KTV & Bar Hotel Radison Jalan Adam Malik Medan. Kamis , 11 Maret 2021.

Kanit Reskrim Medan Baru menjelaskan bahwa, “pelaku merupakan warga Jalan Tani Asli, Kelurahan Tanjung Gusta Medan ini tidak dapat berkutik lagi saat disergap petugas di TKP”, ucap Iptu Irwansyah Sitorus kepada wartawan, Kamis (11/3/2021) malam.

Lanjut Kanit, “kronologis kejadian dan penangkapannya pada hari Selasa tanggal 13 Oktober 2020 sekira pukul 04.30 WIB, di Jalan Adam Malik tepatnya bassment Hotel Radison Medan”, pungkasnya.

Sebelumnya Polsek Medan Baru menerima laporan bahwa telah terjadi pencurian terhadap 1 unit Infrared Thermomoter Gun (alat pengukur suhu badan) milik dari Scorpio KTV & Bar Hotel Radison Medan, yang dilakukan oleh seorang laki-laki (perbuatan pelaku saat mengambil alat tersebut terekam CCTV) yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp 2.775.000.

Berdasarkan laporan korban, selanjutnya petugas melakukan penyelidikan terhadap pelaku dan pelaku dapat ditangkap petugas pada hari Rabu tanggal 10 Maret 2021 pukul 04.30 WIB.

Kapolsek Medan Baru Kompol Aris Wibowo SIK MH melalui Kanit Reskrim Iptu Irwansyah Sitorus SH,. MH,. mengatakan, “pelaku diamankan saat kembali mendatangi Scorpio KTV & Bar Hotel Radison tersebut untuk berkaraoke”, ucap Kanit.

Lanjutnya, “dari hasil Introgasi terhadap pelaku, pelaku mengakui mengambil alat tersebut dari atas meja security dan menyimpan alat tersebut ke dalam tas pelaku”, terang Iptu Irwansyah Sitorus SH,. MH.

“Selanjutnya pelaku diboyong ke Komando untuk proses lebih lanjut dan pelaku telah dijebloskan ke penjara”, tandasnya.

BACA JUGA :  RSUD Donasikan Beras Kepada Komunitas Sedekah Jum'at (KSJ)

Atas perbuatannya pelaku dipersangkakan pasal 363 tindak pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Rusydi.A)