Terkait Suap Walikota, Mantan Kadis PUPR Medan Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Medan, infoindependen.com – Mantan Kadis PUPR Medan, Isa Ansyari dituntut 30 bulan penjara oleh Penuntut Umum (PU) KPK dalam persidangan yang berlangsung di Cakra 1 Pengadilan Tipikor Medan, Senin (3/2/2020).

Selain menuntut pidana, terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp250.000,000,- atau digantikan dengan kurungan selama 6 (enam) bulan penjara apabila tak sanggup membayarnya.

Penuntut Umum KPK, Zainal Abidin dalam tuntutannya menyatakan, Isa Ansyari dengan sadar dan mengetahui perbuatannya yang memberikan uang atas permintaan Kasubag Protokoler Syamsul Fitri untuk menutupi biaya perjalan dinas yang tak ditanggung di dalam anggaran perjalanan Walikota Medan, yang bertujuan agar jabatannya selaku Kadis PUPR Medan tetap bertahan.

Karena ingin jabatan tetap aman, ia rela memberikan uang setelah dihubungi Syamsul Fitri agar membantu menutupi biaya operasional Walikota Medan, Dzulmi Eldin yang tidak ditanggung oleh APBD (Dana Non Budgeter).

Adapun uang yang diberikan atas permintaan Kasubag Protokoler Sekretariat Pemko Medan Syamsul Fitri sebesar Rp530 juta yang dibayarkan secara bertahap.

Adapun uang yang diberikan Isa Ansyari atas permintaan Kasubag Protokoler Pemko Medan, Syamsul Fitri untuk biaya perjalanan dinas Walikota yang tak ditanggung anggaran sebesar Rp80 Juta dengan empat kali pembayaran, yakni, Rp20 juta sebanyak 4 kali yang diserahkan kepada Andika atas suruhan Syamsul Fitri.

Kemudian Syamsul juga menelpon kepada Isa, agar membantu biaya perjalanan dinas Walikota Medan, Dzulmi Eldin, Kepala OPD serta keluarga dan kerabat Walikota Medan ke Ichikawa, Jepang. Dan Isa kembali mengelontorkan uang sebesar Rp450 juta dengan dua kali transfer serta uang tunai yang diberikan kepada Andika yang merupakan Honorer Sekretariat Protokoler Pemko Medan.

Sementara itu pengajuan JC yang telah diajukan Isa Ansyari ditolak penuntut umum KPK.

BACA JUGA :  Pemko Medan Segel PT Api Karena Bau Menyengat dan Resahkan Warga

Sebelum persidangan ditutup oleh Ketua Majelis Hakim Tipikor Medam, Abdul Aziz, penasehat hukum terdakwa Adi Mansar Lubis menyatakan segera menjawab tuntutan Jaksa dengan menyiapkan nota pembelaan terhadap tuntutan Jaksa penuntut umum kepada kliennya.     (Zahendra)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *