Unit PPA Polresta Barelang Ungkap Kasus Tindak Trafiking.

Batam,Infoindependen.com– Unit PPA Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kanit PPA, Iptu Prawiro Hadi Wijaya mengamankan 2 tersangka dan 15 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Komplek perumahan Bandara Mas Blok E 3 No 3, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Sabtu (3/10/2020).

Kapolresta Barelang Polda Kepri AKBP Yos Guntur Yudi FS melalui Kasubag Humas AKP Betty Novia dalam keterangan rilisnya membenarkan bahwa Unit PPA telah mengamankan 2 tersangka dan 15 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“sekarang sudah dalam tahapan penetapan tersangka (sidik),” ungkap Kasubag Humas AKP Betty Novia, Ahad (4/10/2020).

AKP Betty Novia menjelaskan, kronologis penangkapan pada Sabtu (3/10/20) sekitar pukul 11.00 WIB Unit PPA Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kanit PPA Iptu Prawiro Hadi Wijaya mendapat informasi bahwa di Perumahan Bandara Mas Blok E 3 No 3, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam terdapat tempat penampungan pekerja migran indonesia.

Kemudian Unit PPA Sat Reskrim Polresta Barelang langsung mendatangi TKP tersebut dan bahwa benar di alamat tersebut terdapat 15 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang di tampung oleh Sulasdi dan Mia Sumiasih Amat Basuki.

Setelah itu dilakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 13 paspor milik Pekerja Migran Indonesia, 4 lembar tiket pesawat dan 1 lembar tiket kapal.

“Selanjutnya Unit PPA Satreskrim Polresta Barelang langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku dan membawa ke mako Polresta Barelang guna proses lebih lanjut,” ucapnya.

Adapun Tersangka yang diamankan adalah, pertama inisial S kelahiran Semarang 6 Oktober 1978, agama islam, pekerjaan wiraswasta, alamat Perumahan Bandara Mas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

Kemudian, tersangka kedua inisial MS kelahiran Bantul 26 Desember 1969, Perempuan, Islam, alamat Perumahan Bandara Mas, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

BACA JUGA :  Ibu Warsitem Berusia 90 Tahun Menerima Bakti Sosial Kapolres Karimun.

Pasal yang di sangkakan Pasal 81 UU RI NO 18 TAHUN 2017 Tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dengan Ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar.

Berikut indentitas korban :
1. Marnita Yesti Kadu, kelahiran Tanah KK 13 Desember 1990, Kristen, 30 tahun, Sumba NTT.

2. Sri Yuniati Kaheleba, kelahiran Babau6 Agustus 1989, Kristen, 31 tahun, daerah asal Kupang.

3. Zeni Laligawi, kelahiran NTT 1 Februari 1986, Kristen, 31 tahun, daerah asal NTT.

4. Ike Dupe, kelahiran Rote (NTT) 10 Januari 1974, Kristen, 42 Tahun.

5. Eka Jayanti, kelahiran Pati, Jawa Tengah, 6 Mei 1987, Islam, 33 Tahun.

6. Susi Purnawati, kelahiran Pekanbaru 14 Mei 1993, Islam, 27 Tahun, alamat Jambi.

7. Berta Bata, kelahiran NTT 1 Januari 1988, Kristen, 32 Tahun.

8. Dewi Sartika, kelahiran Labuhan Batu / Lombok, Islam, 10 September 1982, 38 Tahun.

9. Dian Prihatini , kelahiran Tanjung Pandan, Bangka Belitung, 27 Juli 1982, Islam, 38 Tahun.

10. Indra Mati, kelahiran Malang, 10 April 1982, 38 Tahun, Islam.

11. Widayati, kelahiran Latar, Lampung, 15 Februari 1989, 31 Tahun, Islam, daerah asal Palembang.

12. Yuli Prihatini, kelahiran Temenggung, Jawa tengah 25 Juli 1989, 31 Tahun, Islam.

13. Iis Ardriani, kelahiran Lampung, 12 Maret 1985, 35 Tahun, Islam.

14. Ernia Telalipora, kelahiran Sumbang NTT, 17 Agustus 1985, kristen.

15. Jenni Hair, Sumba NTT, 36 tahun, kristen.

(Kasubbag Humas Polresta Barelang/James N)