Menu

Mode Gelap
Polres Purwakarta Gelar Sertijab Wakapolres dan Kasat Reskrim Kejagung Tegaskan Isu Keterlibatan Kajari Purwakarta dalam Kasus Trio BGN: Hoaks Dihadiri Menteri dan Tokoh Nasional, Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara Diresmikan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Polres Purwakarta Gelar Pemotongan Hewan Kurban Begini Imbauan Kapolres Purwakarta untuk Masyarakat dan Bobotoh Persib Kasus Gratifikasi Mobil Mewah, Kejari Purwakarta Periksa Petinggi Golkar

NASIONAL

YBHA Tuah Mandiri Berharap Pemimpin Aceh Terpilih Prioritaskan Perlindungan Terhadap Perempuan dan Anak

badge-check


					Foto: Pengurus YBHA foto bersama anak yang butuh perlindungan. Perbesar

Foto: Pengurus YBHA foto bersama anak yang butuh perlindungan.

Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Tuah Mandiri Aceh, berharap kepada pimpinan yang terpilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) baik tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi Aceh, agar para pimpinan terpilih tersebut memprioritaskan terhadap pentingnya bantuan hukum bagi perempuan dan anak.

Banda Aceh, Infoindependen.com – Manager khusus YBHA Peutuah Mandiri Vatta Arisva, S.H., M.H., menyampaikan, kontestasi Pilkada di Aceh telah usai serentak dilaksanakan pada Hari Rabu tanggal 27 November 2024. Siapapun yang terpilih wajib melihat tanggung jawab itu sebagai amanah.

“Apapun hasil quick count jangan dijadikan dahulu sebagai acuan, kita tunggu saja hasil resmi dari pengumuman KIP nanti,”harapnya.

Vatta mengatakan, Provinsi Aceh yang notabene sebagai Negeri Syariah, wajib meningkatkan diri dalam melindungi perempuan dan anak. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh cukup memprihatinkan.

Diakui atau tidak sebut Vatta, Aceh menduduki peringkat pertama kasus pemerkosaan tertinggi di Indonesia. Ini menjadi kondisi miris dan sangat memalukan, ujar Vatta Arisva Manager Kasus YBHA, Jumat (29/11/2024) dalam rilis yang diterima media ini.

Siapapun yang terpilih lanjutnya, wajib intens mendorong perlindungan anak kedepan menjadi semakin baik. “Ada 3 aspek yg wajib menjadi fokus utama pemimpin terpilih kedepan yakni program dan kebijakan yang memihak perlindungan anak dan perempuan, serta kepedulian lebih dalam melindungi mereka,” katanya.

Vatta juga menambahkan, disisi lain Provinsi Aceh termasuk katagori paling buruk dalam perlindungan anak. Data ini didukung karena masih banyak kab/kota masih belum berstatus kota layak anak (KLA). Ini wajib menjadi titik tekan bagi pemimpin terpilih agar tidak abai meningkatkan status Kabupaten/Kota yang dipimpin, agar menjadi kota layak anak.

Kami mencatat ada 7 Kabupaten/Kota belum layak anak diantaranya Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Gayo lues, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kota Subulussalam.

Status Kota Layak Anak (KLA) tersebut menjadi penting guna mengukur seberapa peduli sebuah Kabupaten/Kota layak dan ramah terhadap anak. Ini tidak bisa dianggap sepele, karena anak dan perempuan mestilah menjadi prioritas dalam setiap kebijakan dan keputusan pemimpin kedepannya.

Oleh karena itu kebijakan KLA merupakan pedoman penyelenggaraan bagi setiap pemerintah daerah, provinsi maupun Kabupaten/Kota, maka sangat dibutuhkan kerjasama daerah yang belum mendapatkan predikat sebagai KLA untuk saling bahu membahu dalam melindungi, memenuhi dan mewujudkan KLA sebagaimana Peraturan Presiden No. 35 Tahun 2021 Tentang Kebijakan Kabupaten Kota Layak Anak tutupnya. (Jalaluddin Zky)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL