Terkait Kisruh Rusunawa Sijunjung, Menteri PUPR Belum Berkesempatan Memberi Penjelasan

Sijunjung, infoindependen. Kementerian PUPR terus melakukan sejumlah terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat, tujuan Kementerian PUPR sungguh kita apresiasi demikian sebut Azwar.
Berdasarkan pengamatannya menurut Azwar,
Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid pernah mengungkapkan “Kami akan terus mendorong pembangunan Rusun untuk masyarakat diseluruh wilayah Indonesia,”

Lanjut Azwar, Khalawi menjelaskan saat ini pembangunan hunian vertikal menjadi salah satu solusi atas semakin terbatasnya lahan permukiman.

Tak hanya di Ibukota saja, tapi pembangunan hunian vertikal juga harus merata di berbagai wilayah Indonesia.
Akan tetapi program Kementerian PUPR ini tidak terlaksana dengan baik di Sumatera Barat khususnya di Kabupaten Sijunjung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat bersama Presiden Joko Widodo

Pasalnya meski pembangunan rusunawa di Kabupaten Sijunjung yang dibangun dari tahun anggaran 2018 & 2020, Rusunawa Sijunjung belum dimanfaatkan sebagaimana fungsinya.
Rusunawa Sijunjung ini belum diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk dimanfaatkan sesuai tujuannya.
Bahkan di sejumlah media sempat kisruh bahwa rusunawa di Kabupaten Sijunjung disebut sudah mengalami retak.
Meski pembangunan Rusunawa Sijunjung tersebut telah menelan biaya puluhan miliar rupiah namun tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana fungsinya, sebut Azwar.
Ada kesan rusun tersebut tidak terurus dengan baik, hal ini sejalan dengan pemberitaan sejumlah media lokal.
Pada sejumlah media disebut Rusunawa di Sijunjung tersebut telah disalahfungsikan oleh sekelompok orang, disebutkan dalam gedung mewah tersebut terlihat botol miras “berserakan”.
Terkait Rusun Sijunjung yang gagal fungsi tersebut, diminta arahan melalui selulernya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum berkesempatan memberikan pengarahan.
Sementara itu mantan Kasatker Nursal juga memilih bungkam ketika dikonfirmasi melalui selulernya terkait kualitas pembangunan Rusun Sijunjung.
Selanjutnya ketika dimintai penjelasannya terkait hubungan dengan Al Azhari, Nursal yang tengah mendapat promosi jabatan di Kementrian PUPR ini juga tidak berkenan memberi keterangan. (***)

BACA JUGA :  DPR Desak Pemerintah Atasi Defisit Biaya BPJS