Menu

Mode Gelap
PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Seremonial Tanpa Makna? Capaian Investasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Respon Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung ke Lapangan Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Bara, Warga Keluhkan Jalan Berdebu Dan Dinding Rumah Retak

NASIONAL

Diduga Tindak Kekerasan Guru Terhadap Siswa, Berakibat Fatal

badge-check


					Diduga Tindak Kekerasan Guru Terhadap Siswa, Berakibat Fatal Perbesar

DIY, Infoindependen.com – Berawal dari tindak kekerasan diduga salah seorang guru SMP N I Gedangsari, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang melakukan kekerasan terhadap siswanya akan berbuntut panjang. Pasalnya ibu dari siswa tidak terima anaknya di bilang korban dari keluarga broken home, Selasa (22/2/2022).

Kata-kata yang terlontar dari Kepala Sekolah SMP Negeri I Gedangsari di depan public, dan tersiar di beberapa media online, sementara khusus yang bersangkutan ini merupakan anak dari keluarga broken home, membuat Ningrum (wali murid, red) merasa di cemarkan nama keluarga di depan publik.

Seperti di jelaskan Ningrum kepada wartawan infoindenpenden.com, “terus terang pak, saya tidak terima apa yang dikatakan Kepala Sekolah SMP I, seperti yang di beritakan oleh media, bahwa anak kami korban dari keluarga broken home,” jelasnya.

“Itu kan masalah pribadi saya, kenapa harus di umbar di publik, dan yang membaca seluruh pembaca se-Indonesia,” jelas Ningrum.

“Dan dari kejadian ini akan kami adukan ke pihak berwajib atas dasar pencemaran nama baik, dan akibat dari berita itu, membuat anak kami sock,” pungkas Ningrum.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul saat di konfirmasi melalui pesan WhatSapp menjelaskan bahwa, “tadi sudah ketemu dengan Kepala Sekolah, tentang permasalahan ini, untuk Kepala Sekolah sudah menyampaikan permasalahan, sudah selesai dan saya sampaikan,” jelas Tijan, S.Sos, MM Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama.

“Kepada pendidik dan tenaga kependidikan untuk diarahkan oleh Kepala Sekolah untuk melaksanakan tugas, sesuai tugas masing-masing secara profional,” sambung Tijan dalam pesan WhatSapp nya.

Kepada pendidik tetap menempatkan profionalisme sebagai seorang guru,” tambah Kabid SMP.

“Melakukan pembinaan kepada guru yang dalam proses pembelajaran kurang profional, dalam penyampaian kepada siswa, dan penyelesaian sesuai ketentuan yang ada, dan akan kami tindaklanjuti,” pungkas Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul.

Namun saat di komfirmasikan terkait seorang guru melakukan kekerasan terhadap siswanya apa cukup meminta maaf, lalu apa jadinya dunia pendidikan ini pak?. Apa lagi kejadian itu bukan hanya kali itu saja, masih ada korban yang lain. Kabid SMP hanya membaca dan tidak di jawab di WhatSapp. (SP)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL