Riau, Infoindependen.com – Dalam pengerjaan pembangunan jaringan sekunder dan tersier DI, irigasi Osaka sepanjang lebih kurang 4 kilometer di DK 5 SKPA desa Pasir Makmur Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau yang dikerjakan PT Loeh Raya Perkasa diduga menuai masalah.
Pengerjaan proyek irigasi sepanjang 3900 meter itu ada dua jalur, yakni jalur Pasir Makmur 1 sepanjang 2900 meter dan jalur Pasir Makmur 2 sepanjang 1400 meter.

Ket foto: Pembangunan jaringan sekunder dan tersier irigasi Osaka di DK 5 SKPA desa Pasir Makmur Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau.
Proyek irigasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan sumber dana APBN TA 2021 dengan nilai kontrak sebesar 22 Miliar tersebut tanggal kontrak yang dimulai kerjanya dari 25 Maret 2021.
Menurut sumber berita yang nama nya tidak ingin di muat, dana proyek pekerjaan beton saluran trapasium Daerah Irigasi (DI) / (Sekuder) di Osaka, lenyap oleh kontraktor karyawan subkon.
Sesuai aturan ketentuan tender proyek di lingkungan Kementerian PU Pengairan Balai Rawa Air Wilayah III Riau, yang pemenang tender seharusnya mengerjakan,” terang sumber.
Dan seharusnya, sambung sumber, pekerjaan pada tanggal 20 Desember 2021 sudah tutup buku (selesai), tetapi pelaksanaan proyek pekerjaan beton saluran Triposium Daerah Irigasi Osaka Irigasi Sekunder masih berlangsung.

Ket foto: Pekerjaan masih dilaksanakan 20 Desember 2021, seharusnya sudah tutup buku, tetapi pelaksanaan kegiatan masih berlangsung.
Dari hasil keterangan pekerja dan seorang subkon proyek dilapangan mengatakan, PT. Loeh Raya Perkasa di bawah pimpinan Markuning Yasit, dan Fachrozi ST wilayah Kabupaten Rokan Hulu.
Sampai saat berita ini di muat, pihak perusahaan PT. Loeh Raya Perkasa tidak menjawab komfirmasi dari awak media untuk klarifikasi terkait masalah pekerjaan yang di kerjakan pembangunan irigasi Osaka melalui WhatsApp (WA). (Red)






