Menu

Mode Gelap
PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Seremonial Tanpa Makna? Capaian Investasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Respon Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung ke Lapangan Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Bara, Warga Keluhkan Jalan Berdebu Dan Dinding Rumah Retak

NASIONAL

Dit Reskrimum Polda Kepri Amankan Tiga Orang Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang

badge-check


					Dit Reskrimum Polda Kepri Amankan Tiga Orang Tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang Perbesar

Batam, Infoindependen.com – Tiga orang tersangka berinisial JE, F dan H berhasil diamankan oleh Subdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri (kepulauan Riau), hal tersebut tersebut disampaikan oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri R.P. Siagian, SIK, M.Si didampingi Kasubdit IV Dit Reskrimum Polda Kepri Achmad Suherlan, SIK dan Paur Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Yelvis Oktaviano, SH, MH, saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Jumat (8/7/2022).

″Dari tiga orang tersangka ini, dua tersangka merupakan wanita, ketiga tersangka ini beralamat di Kota Batam dan mereka ini adalah sebagai kelompok, mereka melakukan perekrutan orang dan menyalurkan mereka ke Negara Kamboja dan sebelumnya telah dilakukan juga pengiriman ke Malaysia,” ungkap Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri R.P. Siagian, SIK, M.Si.

Pada tanggal 30 Juni 2022, kami menerima surat dari KBRI Phnom  Penh, Kamboja tentang perihal adanya 9 orang Warga Negara Indonesia yang bekerja di salah satu perusahaan di Negara Kamboja dan meminta pertolongan untuk pembebasan dari perusahaan tersebut, dikarenakan ataupun pekerjaan yang tidak sesuai dengan kenyataannya,” terang Jefri.

″Korban ditempatkan di perusahaan bernama Hong Li di Kota Phnom Penh Kamboja, disana para korban dipaksa untuk mencari target di media sosial dengan menggunakan identitas palsu guna menawarkan investasi palsu dan Money Game yang dirancang untuk menghilangkan uang para pemainnya, dan juga para korban hanya menerima gaji sebesar $200 per bulannya setelah mengalami pemotongan, serta jam kerja korban yang berkisar 16-18 jam sehari dan larangan perusahaan kepada korban untuk meninggalkan asrama, serta adanya penyiksaan jika korban tidak bisa memenuhi target kerja,” jelas Dir Reskrimum Polda Kepri.

Mendapatkan Informasi tersebut, sambung Dir Reskrimum Polda Kepri, kita lakukan penyelidikan kurang lebih seminggu, dan pada hari Rabu anggota bisa mengetahui keberadaan tersangka Inisial JE di daerah Perumahan Marina Park, Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam, dan terhadap Inisial F berada di perumahan Permata Regency, disana kita melakukan penyitaan barang bukti dan dokumen-dokumen lain yang bisa dipastikan sebagai barang bukti.

″Modus operandi tersangka dengan melakukan perekrutan pengurusan hingga pemberangkatan ke Negara Kamboja terhadap korban dengan iming-iming bekerja sebagai marketing, dan mendapatkan gaji mulai $700 – 1000 USD per bulan dan mendapatkan bonus serta fasilitas gratis setelah bekerja di salah satu perusahaan di negara kamboja,” tutur nya.

Untuk Pasal yang dipersangkakan yaitu, Pasal 4 Jo Pasal 10 Jo Pasal 48 Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama selama 15 Tahun dan Pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000 dan paling banyak Rp. 600.000.000,-,” tutup Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri R.P. Siagian, SIK, M.Si. (MD)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL