Padang, info Independen – Pengerjaan jalan lingkung di Dinas Perkimtan Sumatera Barat terus mendapat sorotan dari masyarakat. Pasalnya meski dilaksanakan oleh komponen yang paham tekhnis dan dibiayai oleh keuangan negara, kualitasnya diprediksi tidak akan termanfaatkan dengan baik.
Menurut Rahmat H ST, salah seorang pengamat infrastruktur, ebagaimana lazimnya, pengerjaan kegiatan pemerintah dimulai dari tahap perencanaan yang menghimpun anggaran, keuntungan dan kualitas.
Marak diberitakan sejumlah media lokal bahwa paket yang dikerjakan oleh CV. Topas Sempana di Kawasan Komplek Kharisma Permai 3 Kubu Dalam Parak Karakah tidak akan berusia lama sesuai perencanaan.
Pasalnya diduga kegiatan tersebut dilakukan saat hujan deras mengguyur kawasan tempat pelaksanaan kegiatan senilai Rp. 146. 772.000 tersebut.
Hari Suseno sebagai PPK terkesan melindungi kesalahan kontraktor pelaksana dengan mengatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak akan dibayarkan.
Seharusnya sebagai PPK Hari Suseno, menginstruksikan untuk dilakukan pembongkaran dan pengecoran ulang hingga tujuan pembangunan dapat tercapai dengan baik.
Untuk pekerjaan yang dilakukan atas kesalahan kontraktor, sebagai PPK Hari Suseno seharusnya berpegang teguh kepada capaian dan atau kualitas hasil pekerjaan sebagaimana yang telah diatur dalam kesepakatan kerja.
Bukan malah melindungi kontraktor dengan mengambil keputusan tidak membayarkan pekerjaan yang menyalahi aturan tersebut.
Diakhir penjelasannya saat dikonfirmasi Hari Suseno mengatakan
“jalan 2 ujung. dan ujung lain masih membutuhkan. kebutuhan panjang dana terbatas. jadi penambahan bisa dari ujung mana saja. saya harap bapak paham.
Kalau tidak paham saya juga tidak punya kemampuan yang lebih lagi untuk menjelaskan sampai bapak paham. soalnya saya belum makan siang”. (DT)






