Menu

Mode Gelap
PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik Peringatan Hari Pendidikan Nasional, Seremonial Tanpa Makna? Capaian Investasi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan Respon Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung ke Lapangan Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Bara, Warga Keluhkan Jalan Berdebu Dan Dinding Rumah Retak

NASIONAL

Putri Candrawathi Jalani Sidang Perdana Dalam Perkara Pembunuhan Berencana

badge-check


					Putri Candrawathi Jalani Sidang Perdana Dalam Perkara Pembunuhan Berencana Perbesar

Jakarta, Info Independen – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan menghadiri sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan terhadap Terdakwa Putri Candrawathi dalam perkara pembunuhan berencana. Persidangan perdana berlangsung pada hari ini Senin 17 Oktober 2022 bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel),

Terdakwa Putri Candrawathi didakwa oleh Penuntut Umum dengan pasal: Primair: Pasal 340 KUHPidana jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana, Subsidair: Pasal 338 KUHPidana jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana

“Kami yakin bahwa pasal yang telah didakwakan terhadap saudara Terdakwa Putri Candrawathi telah sesuai berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti lainnya yang dikumpulkan pada tahap penyidikan dalam perkara tersebut”, ujar Tim Penuntut Umum. Senin (17/10/2022).

Dakwaan terhadap Terdakwa Putri Candrawathi dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut:

Terdakwa Putri Candrawathi bersama-sama Ferdy Sambo SH, SIK, MH, RichardI EelizerPudihang, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma’ruf (dituntut dalam perkara terpisah), pada Jumat 08 Juli 2022 sekira pukul 15.28 WIB sampai dengan sekira pukul 18.00 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu lain dalam bulan Juli Tahun 2022, bertempat di Jalan Saguling 3 No.29, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran I, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi D.K.I Jakarta (selanjutnya disebut Rumah Saguling 3 No.29) dan bertempat di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No.46 Rt.05, Rw.01, Kelurahan Duren Tiga, Kecamatan Pancoran I, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi D.K.I Jakarta (selanjutnya disebut rumah dinas Duren Tiga No. 46) atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah Hukum Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang berwenang mengadili, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Pada awalnya Kamis 07 Juli 2022 sekira sore hari terjadi suatu peristiwa di rumah Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH yang beralamat di Perum Cempaka Residence Blok C III Jalan Cempaka Kelurahan Banyu Rojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang (selanjutnya disebut rumah Magelang), terjadi keributan antara Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan saksi Kuat Ma’ruf, selanjutnya sekira pukul 19.30 WIB, Terdakwa Putri Candrawathi menelepon saksi Richard Eliezer Pundihang Lumiu yang saat itu sedang berada di Mesjid Alun-alun Kota Magelang agar saksi Richard Eliezer Pundihang Lumiu dan saksi Ricky Rizal Wibowo kembali ke rumah Magelang. Sesampainya di rumah, saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu maupun saksi Rick Rizal Wibowo mendengar ada keributan namun tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi di rumah, lalu saksi Richard Eliezer Pundihang Lumiu dan Saksi Rick Rizal Wibowo masuk kamar Terdakwa Putri Candrawathi yang sedang tiduran dengan berselimut di atas kasur, saat itu saksi Ricky Rizal Wibowo bertanya “ada apa bu…?” dan dijawab Terdakwa Putri Candrawathi  “Yosua dimana?…”, kemudian Terdakwa Putri Candrawathi meminta kepada saksi Ricky Rizal Wibowo untuk memanggil Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat menemui Terdakwa Putri Candrawathi

Atas permintaan Terdakwa Putri Candrawathi , Saksi Ricky Rizal Wibowo mengajak Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat masuk ke rumah karena dipanggil Terdakwa Putri Candrawathi  namun sempat ditolak oleh Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat akan tetapi Saksi Ricky Rizal Wibowo berusaha membujuk Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat untuk bersedia menemui Terdakwa Putri Candrawathi  di dalam kamarnya di lantai dua, kemudian Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat akhirnya bersedia dan menemui Terdakwa Putri Candrawathi  dengan posisi duduk di lantai sementara Terdakwa Putri Candrawathi  duduk di atas kasur sambil bersandar kemudian Saksi Ricky Rizal Wibowo meninggalkan Terdakwa Putri Candrawathi  dan Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat berdua berada di dalam kamar pribadi Terdakwa Putri Candrawathi  sekira 15 (lima belas) menit lamanya, setelah itu Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat keluar dari kamar, selanjutnya Saksi Kuat Ma’ruf mendesak Terdakwa Putri Candrawathi  untuk melapor kepada Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH dengan berkata: “IBU HARUS LAPOR BAPAK, BIAR DIRUMAH INI TIDAK ADA DURI DALAM RUMAH TANGGA IBU”, meskipun saat itu saksi Kuat Ma’ruf masih belum mengetahui secara pasti kejadian yang sebenarnya.

Setelah itu, Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH yang sedang berada di Jakarta pada hari Jum’at dini hari tanggal 8 Juli 2022 menerima telepon dari Terdakwa Putri Candrawathi  yang sedang berada di rumah Magelang sambil menangis berbicara dengan Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH bahwa Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat selaku ajudan saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH yang ditugaskan untuk mengurus segala keperluan Terdakwa Putri Candrawathi  telah masuk ke kamar pribadi Terdakwa Putri Candrawathi  dan melakukan perbuatan kurang ajar terhadap Terdakwa Putri Candrawathi, mendengar cerita tersebut, Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH menjadi marah kepada Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat namun Terdakwa Putri Candrawathi  berinisiatif meminta kepada Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH untuk tidak menghubungi siapa-siapa, dengan perkataan ”jangan hubungi Ajudan”, ”jangan hubungi yang lain, mengingat rumah di Magelang kecil dan takut ada orang lain yang mendengar cerita tersebut dan khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan mengingat Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat memiliki senjata dan tubuh lebih besar dibanding dengan Ajudan yang lain (yang saat itu mendampingi Terdakwa Putri Candrawathi di Magelang)”, Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH menyetujui permintaan Terdakwa Putri Candrawathi  tersebut dan Terdakwa Putri Candrawathi  meminta pulang ke Jakarta dan akan menceritakan peristiwa yang dialaminya di Magelang setelah tiba di Jakarta.

Selanjutnya Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH bertemu dengan Terdakwa Putri Candrawathi  di ruang keluarga di depan kamar utama lantai tiga untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya di Magelang, lalu Terdakwa Putri Candrawathi  mengaku bahwa dirinya telah dilecehkan oleh Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, mendengar cerita sepihak yang belum pasti kebenarannya tersebut membuat Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH menjadi marah, namun dengan kecerdasan dan pengalaman puluhan tahun sebagai seorang anggota Kepolisian sehingga Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH berusaha menenangkan dirinya lalu memikirkan serta menyusun strategi untuk merampas nyawa Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Setelah nyawa Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat berhasil dirampas sehingga korban meninggal dunia sekira pukul 17.16 WIB, Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH keluar rumah melalui pintu dapur menuju garasi dan saat itu Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH bertemu dengan Saksi Adzan Romer yang berlari ke dalam rumah sambil memegang senjata api karena terkejut mendengar suara tembakan, lalu secara spontan menodongkan senjata apinya ke arah Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH dan Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH mengatakan kepada Saksi Adzan Romer ”ibu di dalam”, setelah itu Saksi Adzan Romer masuk kedalam rumah dan bertemu dengan Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu.

Terdakwa Putri Candrawathi selaku isteri telah mendampingi saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH sekian lamanya sampai memiliki kedudukan sebagai Pejabat Tinggi Polri yang menjabat Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri justru turut serta terlibat dan ikut dalam perampasan nyawa korban hingga terlaksana dengan sempurna. Padahal seharusnya sebagai isteri sebagai seorang Perwira Tinggi Kepolisian mengingatkan suaminya agar jangan sampai berbuat yang tidak terpuji dan berlaku sabar dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada, serta turut menjaga keselamatan jiwa raga anggota yang melekat kepada Terdakwa Putri Candrawathi dan saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH. Akan tetapi parahnya Terdakwa Putri Candrawathi justru turut menyatukan kehendak dengan saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH untuk merampas nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat, serta turut terlibat dalam cerita skenario yang telah dirancang sedemikan rupa oleh saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH hanya demi membela diri semata dan justru melimpahkan segala kesalahan kepada korban Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dituduhnya melakukan sesuatu di Magelang padahal belum jelas kebenarannya.

Kemudian pada tanggal 10 Juli 2022 saat Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH berada di ruang Kerja Rumah Jalan Saguling 3 No. 29 dengan menggunakan Handy Talkie (HT) memanggil Saksi Ricky Rizal Wibowo, Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu, dan Saksi Kuat Ma’ruf untuk naik ke lantai 2 (dua), kemudian secara bersamaan Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu, Saksi Ricky Rizal Wibowo, dan Saksi Kuat Ma’ruf naik ke lantai 2 (dua) untuk menemui Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH yang saat itu sedang bersama Terdakwa Putri Candrawathi , kemudian Saksi Ricky Rizal Wibowo, Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu dan Saksi Kuat Ma’ruf duduk dihadapan Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH dan Terdakwa Putri Candrawathi  kemudian Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH, M.H. memberikan amplop warna putih yang berisikan mata uang asing (dollar) kepada Saksi Ricky Rizal Ricky Rizal Wibowo dan Saksi Kuat Ma’ruf dengan nilainya masing-masing setara dengan Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sedangkan Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu dengan nilai setara Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah), dan amplop yang berisikan uang tersebut diambil kembali oleh Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH dengan janji akan diserahkan pada bulan Agustus 2022 apabila kondisi sudah aman, kemudian Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH memberikan Handphone merk Iphone 13 Pro Max sebagai hadiah untuk mengganti Handphone lama yang telah dirusak atau dihilangkan agar jejak komunikasi peristiwa merampas nyawa Korban Nofriansyah Yosua Hutabarat tidak terdeteksi, kemudian saat itu Terdakwa Putri Candrawathi selaku istri Saksi Ferdy Sambo SH, SIK, MH mengucapkan terima kasih kepada Saksi Ricky Rizal Wibowo, Saksi RichardI Eliezer Pundihang Lumiu dan Saksi Kuat Ma’ruf.

Atas dakwaan tersebut, Tim Penasihat Hukum Terdakwa dan Terdakwa Putri Candrawathi mengajukan eksepsi terhadap dakwaan yang disampaikan oleh Tim Penuntut Umum terhadap Terdakwa Putri Candrawathi.

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL