Diketahui jembatan Sultan Syarif Hasim (SSH) yang menghubungkan dua desa yakni Desa Tualang dan Desa Maredan sepanjang 1,2 kilometer (km) senilai Rp 191 miliar, dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Riau Tahun 2011 yang diresmikan 11 Pebruari 2011 oleh H. M. Rusli Zainal yang pada saat itu menjabat Gubernur Riau.
Riau, Infoindwpenden.com – Dan saat ini kondisi Jembatan Sultan Syarif Hasyim sangat memperihatinkan, terlihat dari jembatan yang di lapangan. Kurangnya pengawasan dan pemeliharaan jembatan tersebut diduga setelah beberapa tahun berjalan berkisar 4 – 5 tahunan.
Diketahui pembangunan Jembatan SSH menelan anggaran dana tidak sedikit, yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau dengan nilai fantastis. Dan terlihat dari sisi-sisi bangunan jembatan SSH pada saat ini yang kurang terawat dan dijaga oleh Pemerintah Daerah khususnya Dinas PUPR Riau.
Jembatan SSH tampak jelas tidak terawat, seperti lampu penerangan jembatan solar cell yang tidak berfungsi lagi sama sekali, besi pembatas pagar sudah pada berkarat dan hilang, di sisi kiri kanan sudah ditumbuhi pohon-pohon yang menempel pada dinding tembok dan tidak ada perawatan pengecatan ulang, sehingga terlihat buram dan kusam.
Salah seorang pengendara yang namanya tidak ingin dipublikasikan yang sehari-hari melintasi di jembatan SSH mengatakan, jembatan ini seperti tidak terurus dan dirawat. “Lihat aja sendiri bang, kondisi jembatan satu-satunya yang menghubungkan Perawang dan Siak seperti dibiarkan,” cetusnya.

“Kami kalau melintas pada malam hari merasa takut melintas di jembatan, karena gelap gulita. Kami mengandalkan lampu kendaraan saja, tapi apa boleh buat, ini jembatan satu-satunya yang dekat untuk dari Perawang ke Siak dan sebaliknya,” singkatnya.
Seperti disampaikan Balai Penerapan Teknologi Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Kontruksi, Kementerian PUPR beberapa waktu lalu, pemeliharaan jembatan adalah suatu pekerjaan yang dilaksanakan setelah pekerjaan pembangunan selesai dilaksanakan. Pekerjaan pemeliharaan ini sangat diperlukan untuk mempertahankan kondisi jembatan atau suatu struktur untuk selalu berada dalam kondisi siap layan.
Pemeriksaan keamanan jembatan pada saat layan menjaga terhadap ditutupnya jembatan, mencatat kondisi jembatan pada saat tersebut.
Menyediakan data bagi personil perencanaan teknis, konstruksi dan pemeliharaan. Memeriksa pengaruh dari beban kendaraan dan jumlah kendaraan. Memantau keadaan jembatan secara jangka panjang. Menyediakan informasi mengenai dasar daripada pembebanan jembatan, Jenis pekerjaan pemeliharaan jembatan.
Pemeliharaan Rutin, ruang lingkupnya meliputi pembersihan secara umum, membuang tumbuhan liar dan sampah, pembersihan dan melancarkan drainase dan penanganan kerusakan ringan, pengecatan sederhana, pemeliharaan permukaan lantai kendaraan. Kegiatannya meliputi, pembersihan secara menyeluruh dengan penyemprotan air bertekan cukup tinggi pada elemen jembatan yang dibersihkan.
Pembersihan tumbuhan liar, terutama pada daerah perletakan/landasan, dinding batu atau beton dan disekitarnya struktur kayu. Pembersihan tersebut harus dilakukan pada daerah kurang lebih 3 meter dari setiap sisi jembatan. Pada setiap pekerjaan pembersihan harus diperhatikan adanya pengaruh yang mungkin terjadi seperti erosi yang disebabkan oleh kesalahan pemotongan tumbuhan yang ada.

Membersihkan/mencuci rambu-rambu lalu lintas dan papan nama jembatan.
Pemeliharaan Berkala :
Kegiatan Pemeliharaan berkala terdiri atas Kegiatan Pemeliharaan berkala yang diduga/terencana dan Perbaikan sederhana.
Pemeliharaan berkala yang diduga/terencana yaitu meliputi Pengecatan ulang, Penggantian lapisan permukaan, Penggantian lantai kayu, Penggantian kayu jalur roda kendaraan, Pembersihan jembatan secara keseluruhan, Pemeliharaan peletakan/landasan, dan Penggantian expansion joint.
Sementara untuk Perbaikan sederhana diantaranya, Penggantian bagian-bagian kecil dan elemen yang kecil, Perbaikan tiang dan sandaran, Perkuatan bagian-bagian yang bergerak, Perkuatan bagian yang struktural, Perbaikan tebing yang longsor dan terkena erosi, serta Perbaikan bangunan pengaman yang sederhana.
Perbaikan darurat pada hakekatnya merupakan kejadian yang tak terduga. Sehingga sangat penting apabila pada setiap provinsi tersedia sumber-sumber yang diperlukan untuk dapat bertindak secara cepat dan pasti bila terjadi. Pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi dan penanganan besar dilakukan apabila ditemukan kerusakan berat dengan volume yang cukup besar.
Terkait masalah tidak dipelihara dan dirawatnya jembatan SSH l, awak media ini mengkonfirmasikan kepada Kadis dan Kabid PUPR Riau melalui pesan WhatsApp (WA), diam tidak memberikan komentarnya terkait jembatan SSH sampai berita ini terbit, Senin (02/09/2024). (hend/fer)






