Menu

Mode Gelap
Instruksi Kejagung, PWI Purwakarta Dukung Penuh Penuntasan Kasus BGN Polres Purwakarta Gelar Sertijab Wakapolres dan Kasat Reskrim Kejagung Tegaskan Isu Keterlibatan Kajari Purwakarta dalam Kasus Trio BGN: Hoaks Dihadiri Menteri dan Tokoh Nasional, Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara Diresmikan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Polres Purwakarta Gelar Pemotongan Hewan Kurban Begini Imbauan Kapolres Purwakarta untuk Masyarakat dan Bobotoh Persib

NASIONAL

Sosok Oknum Pendidik Terkesan Arogan Saat Dikonfirmasi oleh Wartawan

badge-check


					Sosok Oknum Pendidik Terkesan Arogan Saat Dikonfirmasi oleh Wartawan Perbesar

Adanya insiden yang tidak patut dicontoh khususnya salah satu oknum pendidik ini menuai sorotan Insan Pers, saat salah satu awak media yang sedang menjalankan tugasnya dengan kejadian yang tidak menyenangkan di salah satu SD Negeri di Sukabumi.

Sukabumi, Infoindependen.com – Kejadian tersebut berlokasi di wilayah kecamatan Cisaat, yang berinisial AH menjabat sebagai oknum kepala sekolah SD Negeri sekaligus merangkap juga sebagai oknum Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah).

Dalam konfirmasi tersebut menanyakan terkait adanya hutang pajak ppn/pph dana Bos SD Negeri dari hasil pemeriksaan audit BPK RI 2023, dalam percakapannya beradu argument hingga AH mulai meluapkan emosinya ke salah satu awak media yang sedang menjalankan tugasnya dan dengan nada yang keras.

Dari hasil konfirmasi sebagaimana tupoksi seorang jurnalis, yang sudah dianggap lengkap lalu awak Media mengemasnya menjadi tulisan dalam bentuk pemberitaan.

Setelah pemberitaan itu terbit, di share oleh pihak awak media dan emosinya semakin tidak tertahan dengan membalas sebuah statement melalui Apk WhatsApp terkesan dengan amarahnya dalam isi chat menjawab.

“oh kieu kahayang teh urang mubahalah jeung saya k Alloh saha nu dolim diantara urang, kulantaran antum dolim ka saya maka teu aya hampura kuring ngamubahalah antum k Alloh”.

(oh gitu maunya kita mubahalah sama saya K Alloh siapa yang dholim diantara kita sementara kamu dholim ke saya maka gak ada maaf saya nga mubahalah kamu k Alloh)” dalam pesannya AH.

kejadian tersebut, salah satu sumber yang berprofesi sebagai Wartawan sebut saja inisialnya HR berikan pemaparan, setelah membaca pesan dari AH saya mencoba meminta maaf yang bertuliskan.

“Saha anu dholim, pa Ks hampura(siapa yang dholim pa ks maaf)”, “dalam pesan singkatnya.

Lalu AH membalas “punten tey aya hampura iwal ti Alloh , tobat k Alloh gawe kitu guna teu jang hirup antum jeung batur, sing inget doa nu di doliman matih alabatan naon wae, inget eta.

( tidak ada maaf hanya k ALLOH, tobat k ALLOH kerja gitu gak guna buat hidup kamu sama orang lain, ingat do’a yang di dholimin langsung terkabul dibanding yang lain, ingat itu).

Menurut HR saya padahal disitu sudah meminta maaf tapi balasnya seperti itu, terkesan tidak ada kata maaf Tuhan saja maha pemaaf bagi hambanya yang bersalah, adapun letak kesalahan saya dari mana kode etik jurnalis saya dalam hal ini saya tanamkan sesuai UU Pers,” tuturnya, Kamis (14/11/24).

“Untuk berita lanjutan, maka dari itu Tim Investigasi yang terbentuk dari beberapa awak media akan mempertanyakan bagaimana tanggapan dari beberapa pihak kedinasan terkait tentang kode etik dan kedisiplinan terkait masalah ini,” pungkasnya. (Lutfi)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL