Menu

Mode Gelap
Purwakarta Istimewa. Pansus Raperda RTRW DPRD Belum Ketok Palu, PKKPR Peternakan Ilegal Bisa Terbit Ketua Pansus Akui Keterbatasan Dalam Kajian Draf Perubahan Perda RTRW Purwakarta Maksimalkan Pelayanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolda Jabar Tinjau Pos Terpadu Cikopo Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan Ketua Bapemperda: Dari 15 Raperda Tahun 2026, 4 Raperda Sedang Dibahas Pansus Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

NASIONAL

Diantara KADA Peserta Pilgub, Hanya Indra Catri Yang “Kalah” di Wilayah Kepemimpinan

badge-check


					Mukhsin STM Perbesar

Mukhsin STM

Mukhsin STM

Suara yang diperoleh dalam tahapan pilkada dapat menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemimpin (kepala daerah) di daerahnya.
Masyarakat akan terus mendukung pemimpin yang menjadi idolanya pada ajang pemilihan yang digelar dan itu akan terlihat diakhir penghitungan suara.
Bupati Padang Pariaman (Ali Mukhni) yang maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumatera Barat, meski kalah pada Pilkada Sumbar pantas berbesar hati dikarenakan dapat meraih suara terbesar di daerah yang dipimpinnya.
Demikian juga halnya dengan Walikota Pariaman Genius Umar, maju sebagai Cawagub Sumbar “ia” merupakan peraih suara terbanyak di kota yang dikembangkannya itu.
Maknanya meski hanya sama-sama maju sebagai Cawagub Sumbar, sebagian besar masyarakat yang dipimpin mendukung pencalonan Ali Mukhni dan Genius Umar.
Berbeda halnya dengan Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sumatera Barat lainnya, sebagai kandidat yang disebut-sebut paling visioner Nasrul Abit-Indra Catri hanya bisa berada pada urutan kedua.
Hal ini disebabkan keberpihakan pemilih kepada Nasrul Abit tidak didukung oleh tingkat kesukaan masyarakat terhadap pasangannya “Indra Catri”.
Nasrul Abit memang menang telak di wilayah yang pernah dipimpinnya (Pesisir Selatan), sementara itu sebagai Cawagub, Indra Catri meski sedang menjabat sebagai Bupati Agam namun tidak dapat bersumbangsih dengan baik.
Sebagai kepala daerah dua periode di “kampungnya” itu, Indra Catri dipermalukan dengan kondisi bahwa ia hanya mampu mengumpulkan “rimah” saat pemilihan.
Kemampuan Indra Catri jauh berada di bawah dua orang pesaingnya yang lebih banyak berkiprah di luar Kabupaten Agam, Mahyeldi Ansharullah dan Mulyadi dapat “unggul” dari Indra Catri yang sedang “menjabat” sebagai Bupati di Agam.
Kekalahan Indra Catri dari dua pesaingnya ini, tentu saja menimbulkan penilaian publik bahwa “ia” tidak begitu disukai oleh rakyat yang dipimpinnya selama hampir 10 tahun.
Lemahnya dukungan suara dari Indra Catri sebagai cawagub, sudah pasti menjadi penyesalan tersendiri bagi Nasrul Abit.
Disebabkan, sebelumnya Nasrul Abit sering disarankan oleh sejumlah tokoh untuk berpasangan dengan Yuswir Arifin, Gusmal dan atau Khairunas.
Dikarenakan ketiga tokoh tersebut di atas dinilai sangat didukung secara militan oleh masyarakat masing-masing.
Namun, saat itu Nasrul Abit terkesan lebih cenderung “terpedaya” oleh penampilan luar Indra Catri.
Ibarat nasi yang sudah “basi”, peluang Partai Gerindra yang sangat besar di Sumatera Barat di Pilkada 2020 kandas akibat salah ketika mengambil keputusan berkaitan penetapan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Baca Lainnya

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Wakapolri: Progres Capai 43 Persen

13 Januari 2026 - 00:31 WIB

Christian Adrianus Sihite Uji Ketentuan Rangkap Jabatan Polisi dalam UU Polri

8 Januari 2026 - 18:11 WIB

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

28 November 2025 - 19:13 WIB

Trending di NASIONAL