Menu

Mode Gelap
Purwakarta Istimewa. Pansus Raperda RTRW DPRD Belum Ketok Palu, PKKPR Peternakan Ilegal Bisa Terbit Ketua Pansus Akui Keterbatasan Dalam Kajian Draf Perubahan Perda RTRW Purwakarta Maksimalkan Pelayanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolda Jabar Tinjau Pos Terpadu Cikopo Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan Ketua Bapemperda: Dari 15 Raperda Tahun 2026, 4 Raperda Sedang Dibahas Pansus Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

NASIONAL

DVI Polri Jelaskan Langkah Bila Ada Korban Sriwijaya Air Yang Tidak Dapat Teridentifikasi

badge-check


					Kombes Herry Wijatmoko www.humas.polri.go.id Perbesar

Kombes Herry Wijatmoko www.humas.polri.go.id

Jakarta, Infoindependen.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih melakukan proses identifikasi terkait bagian tubuh korban Sriwijaya Air SJ182. Tim DVI akan berkoordinasi dengan banyak pihak bila korban ada yang tidak dapat teridentifikasi.

“Apabila nanti ditemukan tidak teridentifikasi, kami akan melakukan rapat koordinasi, terutama dengan maskapai, dirjen perhubungan darat, dan dari Basarnas. Kami akan merapatkan sebelum membuat keputusan, kami akan menyampaikan fakta yang kami terima, kami dapatkan dari pemeriksaan di DVI tim,” ujar Komandan DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko, di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (19/1/2021).

Hery menjelaskan tim DVI melakukan identifikasi berdasarkan jumlah kantong jenazah dan body part yang diterima. Artinya, bila tidak dapat teridentifikasi, maka ada bagian tubuh yang sulit untuk diidentifikasi sehingga tidak dapat dikenali sosok tersebut.

“Jadi begini, ini pertanyaan ini sudah kali berapa kali ditanyakan keluarga kepada kami. Jadi ada beberapa kriteria. Jadi tidak teridentifikasi itu, (body part) ditemukan tidak teridentifikasi, itu namanya ada tapi tidak bisa teridentifikasi,” lanjutnya.

“Atau tidak ditemukan karena kami menerima sekian ratus kantong jenazah itu atau body part itu, tidak mencerminkan jumlah passenger yang on board. Jadi kalau tadi saya katakan pada pagi ini kita menyampaikan sekian ratus kantong, itu tidak mencerminkan jumlah on board passenger” tambahnya.

Hery menerangkan tim DVI akan bekerja secara maksimal agar semakin banyak korban yang bisa teridentifikasi meski ada sedikit kendala. Ia berharap akan banyak ditemukan kantong jenazah agar proses identifikasi lebih mudah.

“Kemudian setelah nanti dihentikan Basarnas, kami shut down, artinya kami akan memfokuskan pada pemeriksaan di postmortem dan pemeriksaan di laboratorium DNA forensik. Dari situ akan bisa diketahui berapa yang cocok, berapa yang tidak ada. Kendala yang apabila semakin lama operasi di laut, itu adalah terjadinya campur sampel. Artinya begini, dari laut itu ada orang yang meninggal di sana, namanya campur, tercampur. Ini pernah terjadi pada kasus-kasus yang lain. Dari situ kami akan analisa,” tandas dia. (Red)

 

 

 

Sumber: DivHumPolri

Baca Lainnya

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Wakapolri: Progres Capai 43 Persen

13 Januari 2026 - 00:31 WIB

Christian Adrianus Sihite Uji Ketentuan Rangkap Jabatan Polisi dalam UU Polri

8 Januari 2026 - 18:11 WIB

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

28 November 2025 - 19:13 WIB

Trending di NASIONAL