
Pembangunan saluran secara manual
Sumbar, infoindependen. Salah satu proses lelang pekerjaan di Kementerian PUPR terkesan membingungkan publik, demikian sebut Azwar salah seorang pengamat jasa konstruksi.
Menurut Azwar item lelang dengan Nama Tender Preservasi Rekonstruksi Jalan BTS. Prov. Riau – BTS. Kota Payakumbuh (SBSN)
75995064 meragukan bagi rekanan.
Disebabkan pada pengumuman lelang tercantum Tanggal Pembuatan adalah 17 November 2021.
Selanjutnya disebut bahwa pekerjaan tersebut menggunakan sumber dana
APBN 2021, apakah mungkin kegiatan dengan volume yang besar dapat terlaksana dengan waktu yang sangat singkat.
Karena pada pengumuman dicantumkan Nilai Pagu Paket adalah sebesar Rp. 148.800.000.000,00 dan sangat mustahil dapat dilaksanakan pada tahun anggaran 2021 ini.
Kecurigaan publik saat ini adalah, diduga kesalahan tersebut sengaja dibuat untuk mengaburkan informasi.
Bagi rekanan yang berpedoman dengan “pencarian (google search) kegiatan tahun anggaran 2022” dipastikan tidak akan menemukan pengumuman lelang kegiatan tersebut.
Sehingga menurut Azwar, proses pengumuman lelang tersebut harus dimulai lagi dari awal demi mewujudkan transparansi lelang proyek pemerintah.
Lebih lanjut Azwar mengatakan demi tercapainya kualitas pekerjaan yang baik, pihaknya berharap “BP2JK mempertimbangkan kewajaran harga yang diajukan peserta lelang”.
Hal ini relevansinya dengan persentase keuntungan wajar yang telah ditetapkan oleh aturan “15 persen”, sangat mustahil pekerjaan akan bermutu baik jika keuntungan wajar lebih rendah dari persentase “turun harga penawaran”.
Dan kita berharap Ditjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR untuk mengawasi kinerja BP2JK Sumbar, demikian sebut Azwar.
Sementara itu saat diminta tanggapannya Nelson Hasibuan Kepala BP2JK Sumbar terkesan enggan memberikan penjelasan. (DT)






