Batam, Infoyndependen.com – Penangkapan 2 (dua) oknum wartawan oleh Polsek Batam Kota diduga melakukan pemerasan di Cafe Tube Zone kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Dan dengan alasan tersebut Ismail Ratu Simbangan Ketum Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri angka bicara.
Ketika beberapa media meminta tanggapan, Ismail mengatakan, jujur ketika ada berita di beberapa media pada malam harinya saya bersama Tim investigasi di cafe yang di maksud.
Ternyata di sana bukan sekedar cafe tapi juga ada PUB nya, dan saya menduga ada penyalahgunaan ijin, sebab menyediakan minuman alkohol dan ada musik DJ nya,” terang Ratu.
Lebih lanjut Ismail memaparkan, logika cafe tersebut berdekatan dengan rumah ibadah, jika tidak melanggar ijin tentunya yang memberikan ijin tidak benar, karena tidak memperhatikan dampak masyarakat sekitar.
Pertanyaan bagi kita semua, kenapa pemilik cafe takut dan menyogok jika memang dia benar dan tidak salah!?. Ini perlu di kembangkan, kita berharap Polda Kepri mengawasi apabila perlu mengambil alih (supervisi),” papar nya.
Sebab kondisi cafe tersebut dibelakang masuk melalui gang kecil tersembunyi yang menyediakan minuman alkohol dan tari-tari, mohon maaf tidak pantas mengingat pemukiman padat penduduk,” ulas nya.
Atas dasar kata peduli makanya Aliansi LSM Ormas Peduli Kepri mencari kebenaran di lapangan.
“Pesan saya kepada teman-teman jurnalis atau wartawan perlu melakukan investigasi, sebab ada issue miring yang kita dapat di lapangan, diduga cafe tersebut aman-aman saja beroperasi adanya oknum yang membekingi,” ungkap nya.
Jika kita urut, memang ada kejanggalan, sebab uang sebesar Rp 3jt di masukkan dalam amplop warna coklat, dan di tulis nama penerima, hal semacam ini yang bisa melakukan nya orang-orang ahli, dan terlatih yang mengerti hokum. Tujuannya agar unsur pidananya kuat dengan barang bukti yang ada.
Kita berharap pemerintah Kota Batam menutup cafe yang menjual minuman beralkohol dan menyajikan hiburan tarian, jika membiarkan, kita meminta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) turun tangan, mengingat cafe tersebut berada di dekat rumah ibadah,” tutup nya. (Mail/ MD)






