Diduga Oknum Guru Tega Memukul Siswanya Hingga Luka Di Bibir

Gunung Kidul, Infoindependen.com – Tindak kekerasan fisik diduga di lakukan oleh seorang oknum guru berinisial SA terhadap muridnya, yang menimpa inisial NUH (15), warga Padukuhan Nglaran, Kalurahan Ngalang Kapanewon Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta siswa kelas IX D SMP Negeri I Gedangsari, saat mengerjakan ulangan susulan di ruang perpustakaan, Sabtu (19/2/2022).

NUH saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa, “peristiwa terjadi saat dirinya mengikuti ulangan susulan mata pelajaran Bahasa Inggris di ruang Perpustakaan, karena sebelumnya dia tidak masuk sekolah ketika ada ulangan mata pelajaran Bahasa Inggris,” jelasnya.

“Saat dirinya sedang mengerjakan ulangan di ruang perpustakaan, pada waktu bersamaan, pak guru mengatakan sesuatu, namun karena saya fokus mengerjakan tugas, jadi tidak begitu memperhatikan perkataan guru,” terang NUH.

Merasa tidak dia hiraukan, lanjut NUH, pak guru naik pitam, langsung memukul bagian tangan nya, kemudian ke wajah dirinya, hingga mengalami pendarahan di bagian bibir sebelah atas.

“Begitu selesai mengikuti ulangan dan pengerjaan tugas, lantas dirinya pulang, dan menceritakan yang  di alami ke orang tuanya,” sambung NUH.

Melihat putranya menderita luka di bagian bibirnya, Sukari (42) selaku orang tua NUH (korban) bergegas mendatangi sekolah, dan meminta pertanggungjawaban atas perbuatan oknum guru tersebut kepada pihak sekolah.

Kami tidak terima atas perlakuan oknum guru tersebut kepada anak kami, bahkan oknum guru tersebut tidak hanya berperilaku ringan tangan kepada anak kami saja, namun juga ada beberapa anak yang lain, namun mereka tidak berani menyampaikan kepada pihak sekolah,” tandas orang tua korban.

Saat dikonfirmasi awak media, Kepala Sekolah SMP N I Gedangsari, Mursinah membenarkan peristiwa pemukulan terhadap salah satu siswa yang dilakukan oleh salah satu oknum guru wali kelas tersebut.

BACA JUGA :  Rektor : RS USU Terkendala Dapatkan Reagensia

“Memang terjadi, namun masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak yang dimunculkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh keduanya,” ujar Mursinah.

Selaku penanggungjawab sepenuhnya di SMP Negeri I Gedangsari, Mursinah mengatakan, bahwa perilaku tersebut merupakan hal wajar sebagai tenaga pendidik. Dirinya menyampaikan, bahwa permasalahan ini sudah tidak berbuntut panjang setelah adanya hasil mediasi yang dilakukan.

Intinya, sambung Mursini, permasalahan ini sebagai bentuk evaluasi kami dalam mendidik para siswa kedepannya, yang kami harapkan jangan serta merta masyarakat menyudutkan kami, seolah-olah kami yang bersalah.

Sementara khusus yang bersangkutan ini merupakan anak dari keluarga broken home, mungkin faktor tersebut yang berimbas kepada perilaku anak di sekolah,” papar Mursini.

Disinggung mengenai informasi yang menyebutkan bahwa SA sebagai guru sering melakukan tindakan ringan tangan, Mursini menepis tudingan informasi tersebut.

“Sepanjang tidak ada yang complain, baik dari wali murid dan siswa itu sendiri, artinya metode mengajar kami baik-baik saja, dan baru kali ini ada masalah. Kalau memang saya tidak berkenan, saya mempunyai hak mengusir njenengan,” pungkasnya sembari memberikan perkataan yang tidak sepantasnya kepada awak media. (SP)