Menu

Mode Gelap
Purwakarta Istimewa. Pansus Raperda RTRW DPRD Belum Ketok Palu, PKKPR Peternakan Ilegal Bisa Terbit Ketua Pansus Akui Keterbatasan Dalam Kajian Draf Perubahan Perda RTRW Purwakarta Maksimalkan Pelayanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kapolda Jabar Tinjau Pos Terpadu Cikopo Pansus I Mulai Bahas Raperda Inisiasi DPRD Purwakarta Tentang Pemajuan Kebudayaan Ketua Bapemperda: Dari 15 Raperda Tahun 2026, 4 Raperda Sedang Dibahas Pansus Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

NASIONAL

Kronologis Meradangnya Epyardi Asda Kepada Mahyeldi

badge-check

Setelah sempat viral dengan video pernyataan-pernyataan keras Capt. H. Epyardi Asda, M. Mar, Bupati Solok terhadap H. Mahyeldi Ansharullah yang merupakan atasannya sebagai Gubernur Sumatera Barat, mulai dari kalimat-kalimat yang merendahkan kredibilitas Mahyeldi sampai dengan menghujat Partai beliau (Mahyeldi, red) yang merupakan besutan Partai Keadilan Sejahtera dan berkuasa selama lima belas tahun di Provinsi Sumatera Barat setelah Mahyeldi meneruskan BA 1 dari Gubernur sebelumnya, Ir. Iwan Prayitno yang juga merupakan kader PKS memimpin Sumatera Barat selama sepuluh tahun sebelumnya.

Infoindependen, Solok | Semuanya bukan tanpa sebab dilakukan oleh Epyardi, hal itu disampaikan Epyardi pada hari yang sama dengan kejadian video viral Epyardi yang ditayangkan akun tiktok @jon_cupak, belum lama ini kembali beredar video kronologis meradangnya Epyardi terhadap Mahyeldi di akun tiktok yang sama pula, dimana dalam video tersebut yang menjadi salah satu penyebab “berangnya” Epyardi adalah persoalan Dermaga Singkarak yang sempat dibangun namun harus dibongkar kembali, Minggu (17/03/2024)

Epyardi menuturkan bahwa pembangunan dermaga tersebut, Mahyeldi yang menyuruh untuk melanjutkan pembangunannya dan Mahyeldi yang menjamin, “Dia (Mahyeldi, red) sebelumnya kita undang untuk pembangunan Dermaga Singkarak dan dia menyampaikan untuk melanjutkan pembangunan dan meminta dan meminta seluruh OPD nya untuk mengeluarkan, mempermudah dan memproses perijinannya, serta meminta Sekda (Medison, red) untuk datang ke Provinsi mengurus persoalan tersebut,” ungkap Epyardi.

“Tapi, setelah Pak Medison datang ke provinsi selama dua jam tidak ada satupun Kepala Dinas yang menganggap (menghargai, red) kedatangan beliau, dan malah salah satu Kepala Dinas nya menyampaikan bahwa Gubernur harus ke Bandara,” kesal Epyardi.

Epyardi juga menyampaikan kesedihannya, “di saat saya ingin membangun kampung halaman saya, saya dilaporkan dan diperiksa oleh Kemendagri, saya sampaikan untuk diketahui, saya menjadi Bupati Solok ini tidak untuk mencari kekayaan, silakan tanya kawan-kawan semua,” ulas Epyardi sembari meminta persetujuan OPD yang ada saat itu yang mendampinginya.

Epyardi menjelaskan akhirnya berkomunikasi dengan pihak Badan Permusyawaratan Nagari (BPN, red) Singkarak, Kabupaten Solok, “kalau ini kita lakukan supaya ada kontribusi untuk masyarakat di danau yang disebelahnya itu arah BPN, tolong CV Anam Daro membangun tempat ini dan hibahkan kepada masyarakat Nagari Singkarak sebagai bentuk kontribusi atas pembangunan lokasi tersebut,” ujarnya.

“Lalu saya undang Wali Nagari Singkarak, Tokoh Masyarakat, tanah ini kan tanah ulayat Nagari, sepakat kami Pemerintah dengan Wali Nagari Singkarak, CV Anam Daro akan membersihkan danau ini akan membangun tempat itu nanti kita serahkan kepada Pemerintahan Masyarakat Nagari Singkarak, ini kontribusi dari efek yang kita bangun, dan itu ada suratnya,” jelas Epyardi lebih lanjut.

epyardiLalu CV Anam Daro pun mulai membersihkan pinggir danau tersebut, seminggu kemudian Epyardi menyampaikan Kepala Dinas Perikanan Provinsi Sumatera Barat melaporkan hal ini ke KPK dengan tuduhan CV Anam Daro merusak pantai dan membongkar batu-batu yang menyebabkan terjadinya abrasi di pinggir danau singkarak.

Epyardi merasa begitu kejamnya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sehingga Epyardi heran apa sebenarnya kesalahan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Solok dan inilah kehebatan orang yang katanya tahu Agama tersebut.

Di kesempatan tersebut Epyardi juga menuturkan terkait usaha wisatanya di Chinangkiak Dream Park yang dibangun dengan nilai urang lebih dua ratus milyar tersebut bahwa, jangankan untuk pulang modal untuk gaji karyawan dan operasional pun dia masih nombok dan mengaku tidak pernah mengeluh.

“Karena kecintaan saya terhadap kampung halaman saya, saya menjadi Bupati bukan untuk mencari makan, yang saya harapkan bagaimana kampung saya ini maju, yang saya harapkan Solok ini bangkit, dulu kita terpuruk disemua lini, sekarang kita sudah bangkit dan terbaik kita, setiap saat kita dapatkan penghargaan,” pungkasnya. (JC)

Video Lengkap : https://youtu.be/GIop5iXuUys

Baca Lainnya

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Tinjau Pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Wakapolri: Progres Capai 43 Persen

13 Januari 2026 - 00:31 WIB

Christian Adrianus Sihite Uji Ketentuan Rangkap Jabatan Polisi dalam UU Polri

8 Januari 2026 - 18:11 WIB

Pimpin Wisuda Prajurit Taruna, Kapolri Tekankan Sinergitas TNI-Polri untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

28 November 2025 - 19:13 WIB

Trending di NASIONAL