Menu

Mode Gelap
Instruksi Kejagung, PWI Purwakarta Dukung Penuh Penuntasan Kasus BGN Polres Purwakarta Gelar Sertijab Wakapolres dan Kasat Reskrim Kejagung Tegaskan Isu Keterlibatan Kajari Purwakarta dalam Kasus Trio BGN: Hoaks Dihadiri Menteri dan Tokoh Nasional, Madrasah Aliyah Insan Cendekia Nusantara Diresmikan Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Polres Purwakarta Gelar Pemotongan Hewan Kurban Begini Imbauan Kapolres Purwakarta untuk Masyarakat dan Bobotoh Persib

NASIONAL

Petinggi Perusahaan Animasi Diburu Polri Sampai ke Hongkong

badge-check


					Petinggi Perusahaan Animasi Diburu Polri Sampai ke Hongkong Perbesar

Kepolisian masih menyelidiki dugaan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap karyawan yang dilakukan oleh bos perusahaan game art dan animasi, Brandoville Studios (BS), di Menteng, Jakarta Pusat. Terduga pelaku, berinisial CL, diduga telah meninggalkan Indonesia dan saat ini berada di Hong Kong.

Jakarta, Infoindependen.com – Kami terus melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Terakhir, yang bersangkutan diduga pergi dari Indonesia menuju Hong Kong,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Muhammad Firdaus, Selasa (1/10/2024).

CL, seorang wanita asal Hong Kong, menjadi terduga pelaku dalam kasus ini. Saat ini, penyidik bekerja sama dengan Divhubinter Polri untuk melacak keberadaannya dan membawa pelaku ke ranah hukum. “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Divhubinter Polri, untuk memburu terduga pelaku,” ujar Firdaus.

*Pengakuan Korban: Ditampar dan Lembur Tanpa Bayaran*

Sebelumnya, AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa korban, berinisial CS, telah mengalami kekerasan sejak 2022 hingga Agustus 2024. Kasus ini terjadi di lokasi tempat CS bekerja, yaitu di Brandoville Studios.

“Berdasarkan keterangan korban, kekerasan yang dialaminya terjadi sejak tahun 2022 hingga Agustus 2024. Tempat kejadian berada di Brandoville Studios,” jelas Firdaus.

CS mengaku kepada polisi bahwa ia mengalami kekerasan fisik berupa tamparan di pipi, serta kekerasan verbal dan psikis yang berlangsung selama dua tahun. “Korban mengalami kekerasan fisik berupa tamparan di pipi, ancaman, serta kekerasan verbal dan psikis,” tambahnya.

Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta di balik kasus ini, sementara upaya pengejaran terhadap CL sedang dilakukan melalui kerja sama lintas negara. (red)

Baca Lainnya

PT Solusi Bangun Indonesia Cetak Laba 111%, di Tengah Pemulihan Industri Semen Domestik

3 Mei 2026 - 14:49 WIB

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Trending di NASIONAL