Padang, infoindependen. Saat ini Kementerian PUPR tengah menyelenggarakan program perkuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas dan kompeten, ungkap Suardi seorang pengamat.
Hal ini sesuai kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) haruslah menitikberatkan kepada kompetensi dan kinerja pegawai sebagaimana arahan Bapak Menteri PUPR yang menegaskan bahwa dalam menunjang Agenda Prioritas Presiden untuk 5 tahun kedepan perlu adanya perkuatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berintegritas dan kompeten.
Menurut Suardi, Program penguatan integritas dan kompetensi SDM ini adalah satu keharusan dalam mewujudkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan sangat selaras tujuan Kementerian PUPR. (https://pu.go.id/berita/BPSDM-Lakukan-Penilaian-Kompetensi-Yang-Objektif-Untuk-PPK-dan-Pelaksana)
Kita berharap program ini bukan hanya sebatas penguatan citra kepada publik dan terkesan sebatas retorika menutupi sejumlah kinerja “buruk” terkait pembangunan infrastruktur.
Misalnya terkait pelaksanaan pembangunan Jembatan Titian Panjang di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan dilaksanakan terkesan asal-asalan.
Dugaan kinerja asal-asalan BPJN III Padang dapat terlihat secara kasat mata, “ironis” kualitas pekerjaan yang kurang baik tersebut bisa lolos dari supervisi bahkan PPK yang bertanggung jawab.
Suardi mengatakan bahwa, kita memang tidak bisa menyimpulkan bahwa pekerjaan ini melanggar spesifikasi tekhnis karena kita tidak melihat dokumen kontraknya namun secara kasat mata hasil pekerjaan jelas kurang baik.
Dan kondisi ini menurut Suardi, membutuhkan penjelasan dari PPK yang bertanggung jawab termasuk berkaitan dengan laporan konsultan pengawas/supervisi.
Diminta arahannya terkait pekerjaan yang kurang baik, Kasatker PJN 1 Thaibur ST. MT merespon cepat dan mengatakan sudah saya perintahkan PPK untuk sempurnakan. (DT)






