Menu

Mode Gelap
Respon Aduan Warga, Pamapta Polres Purwakarta Turun Langsung ke Lapangan Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia Dampak Aktivitas Truk Pengangkut Batu Bara, Warga Keluhkan Jalan Berdebu Dan Dinding Rumah Retak Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027 Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik RTRW Purwakarta Sedot APBD Rp3,3 Miliar, Konsultan Dimonopoli Satu Perusahaan

NASIONAL

Polri Koordinasi Kementerian/Lembaga Terkait Dugaan Hacker Data

badge-check


					Ket foto : Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Senin (13/9/2021) lalu. (DivHumPol) Perbesar

Ket foto : Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Senin (13/9/2021) lalu. (DivHumPol)

Jakarta, infoindeepnden.com – Polri akan berkoordinasi dengan sejumlah Kementerian atau Lembaga yang dikabarkan mengalami peretasan atau upaya pembobolan jaringan internal oleh hacker dari China.

Diketahui, upaya peretasan itu setidaknya menyasar pada 10 Kementerian dan Lembaga Pemerintah Indonesia, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN). Hal itu, dilaporkan oleh peneliti keamanan internet The RecordInsikt Group.

“Ya dikoordinasikan ke Kementerian tersebut,” kata Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, Senin (13/9/2021) lalu.

Namun demikian, Argo belum dapat menuturkan lebih lanjut mengenai langkah-langkah Kepolisian isu peretasan tersebut. Dia pun menjelaskan bahwa, sejauh ini komunikasi tersebut masih dilakukan dengan sejumlah lembaga terkait.

Sehingga, kata dia, pihaknya juga belum membuka penyelidikan untuk melakukan upaya lebih lanjut dalam hal penegakan hukum dalam menyikapi permasalahan tersebut. “(Masih) Dikoordinasikan,” jelas dia.

Seperti dilansir The Record pada Jumat (10/92021), upaya peretasan itu disebut ditemukan pada April 2021 oleh peneliti Inskit pertama kali. Kala itu, mereka tengah mendeteksi server pengendali dan control malwarre PlugX yang dioperasikan Mustang Pandang.

Dalam temuannya, server tersebut ternyata berkomunikasi dengan beberapa host dalam jaringan pemerintah Indonesia. Mereka kemudian mengklaim, bahwa telah memberi tahu temuan itu kepada pemerintah Indonesia pada Juni dan Juli 2021 namun tak direspon.

Peneliti Inskit juga belum mengetahui secara jelas mengetai metode ataupun target dari peretasan tersebut. Namun, peretasan tersebut dikaitkan dengan upaya spionase Tiongkok dalam menghadapi situasi yang menghangat di Laut China Selatan.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar, Dave Laksono menilai institusi negara di Indonesia telah ditelanjangi imbas banyaknya kelemahan-kelemahan yang terjadi, sehingga mudah diretas oleh peretas atau hacker dari negara lain.

Dave menegaskan, bahwa pemerintah butuh keseriusan lebih jauh lagi untuk membenahi persoalan peretasan ini. Terlebih lagi, dugaan peretasan ini menyerang lembaga yang memegang rahasia negara seperti BIN.

“Kalau institusi-institusi itu aja gak aman bisa di hack. Gimana dengan yang lain? Buktinya kemarin BPJS bobol, Kemenkes bobol,” kata dia. (Red)

 

 

Baca Lainnya

Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi Indonesia ke General Assembly CAJ di Malaysia

26 April 2026 - 11:52 WIB

Sah! Lampung Resmi Jadi Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

22 April 2026 - 22:20 WIB

Bekali Calon Danyon dan Danki, Kasad: Selesaikan Tugas dengan Kinerja Terbaik

17 April 2026 - 00:07 WIB

Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

13 Maret 2026 - 19:12 WIB

Kasum TNI Buka Rakor Komlek TNI 2026, Perkuat Sinergi dan Modernisasi Sistem Komunikasi Militer

13 Maret 2026 - 02:01 WIB

Trending di NASIONAL